Home » GerbangNews » Terdakwa Pungli TPK Divonis 10 Tahun

Terdakwa Pungli TPK Divonis 10 Tahun

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Dwi Hari Winarno, salah seorang diantara empat terpidana kasus mega pungutan liar (pungli) Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran divonis Mahkamah Agung (MA) selama 10 tahun pidana penjara. Terdakwa dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang dari hasil pengelolaan lahan parkir dan Koperasi Samudera Sejahtera (Komura).

Pelaksanaan Eksekusi Dwi Hari Winarno ini  mengacu pada salinan putusan Mahkamah Agung No : 724/K/Pidana.Sus/2018/Tanggal 19 April 2018 yang memvonisnya 10 tahun kurungan.

Pria 59 tahun yang dalam perkara ini menjabat sebagai Sekretaris Koperasi Samudra Sejahtera (Komura) ini, dieksekusi dan diamanakan petugas setibanya dari Jakarta  di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.

Zainal SH MH, jaksa eksekutor dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda,  menjemput langsung Dwi dekat pintu kedatangan penumpang di lantai dua. Proses eksekusi dikawal langsung sejumlah personel dari Direktorat Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Kaltim.

Setelah sempat diamankan di Pos Sub Sektor Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Dwi kemudian  langsung dimasukkan ke dalam Honda CR-V berwarna putih untuk dibawa ke Samarinda.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Kaltim,  Kombes Pol Yustan Alpiani, usai memimpin personelnya yang membantu ekseskusi menjelaskan, keikutsertaan jajarannya karena mendapat permohonan dari kejaksaan tinggi kaltim (kejati) kaltim prihal pengamanan.

Saat Diamanakan,  Dwi Baru Turun Dari Pesawat Dari Jakarta menuju Balikpapan, sekitar pukul 15.10 wita dan melanjutkan perjalanan ke Samarinda.

Sementara itu,  masih ada sejumlah terdakwa lain dalam kasus ini, yakni Jafar Abdul Gafar, Hery Susanto (Abun), dan Noor Asriansyah (Ely) yang belum dieksekusi. (hm/sh)

 

Check Also

Ketum Persiba Siap Mundur

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Ketua Umum (Ketum) Persiba Balikpapan, Syahril HM Taher, siap mundur atas hasil buruk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.