Home » GerbangOpini » Terima Kasihku untuk Polisiku

Terima Kasihku untuk Polisiku

“PADA peringatan hari Bhayangkara ke-71 sekarang, atas nama Negara dan Pemerintah, saya sangat berterimakasih, sangat apresiasi, pada kerja keras Kepolisian Republik Indonesia, pada pengabdian seluruh personil Kepolisian Republik Indonesia dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sehingga hasilnya kelihatan, hasilnya nyata. Sebagai contoh, di bulan suci Ramadhan dan Lebaran tahun ini, situasi kamtibmas sangat kondusif, seluruh masyarakat merasa aman, lalu lintas mudik Lebaran lancar, kecelakaan lalu lintas turun drastis, dan harga-harga kebutuhan pokok juga stabil. Sekali lagi, saya apresiasi pada kerja keras seluruh personil Kepolisian Republik Indonesia, baik yang bekerja di kota-kota besar maupun di pelosok-pelosok tanah air.”

Itulah sepenggal kalimat Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo dalam amanat tertulis pada upacara peringatan ke-71 hari Bhayangkara tahun 2017 di lapangan silang Monas Jakarta Pusat hari Senin 10 Juli 2017 dan serentak juga dilaksanakan di seluruh Indonesia. Sebenarnya Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara diperingati pada tanggal 1 Juli setiap tahunnya, namun pada tahun 2017 saat ini tidak bisa dilaksanakan seperti biasanya karena Polri masih melaksanakan Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi operasi “Ramadniya 2017” dalam rangka pengamanan kegiatan Idul Fitri 1438 Hijriah yang dilaksanakan selama 16 hari mulai tanggal 19 Juni 2017 sampai dengan 4 Juli 2017. Operasi yang sering diartikan masyarakat umum sebagai pengamanan mudik ini didukung oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jasa Marga, Mitra Kamtibmas dan lainnya. Selain Presiden Joko Widodo, pujian dan apresiasi juga diberikan oleh masyarakat luas melalui diskusi publik yang diselenggarakan media televisi dan netizen melalui media sosial kepada Polri yang telah sukses dan berhasil memberikan pengamanan menjelang, pada saat dan setelah hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah dimana pelaksanaannya banyak dikatakan pengamat lebih baik dari tahun sebelumnya.

Secara khusus ada 4 (empat) poin yang menjadi pujian dan apresiasi terhadap Polri pada pengamanan hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah yaitu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif, lalu lintas mudik Lebaran yang lancar, kecelakaan lalu lintas yang menurun dan harga kebutuhan pokok yang stabil.

Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan lancar

Ada 2 (dua) kegiatan besar baru-baru ini sukses di Indonesia yang menjadi pusat perhatian dunia internasional dalam hal penyelenggaran dan pengamanannya. Pertama, diselenggarakannya Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) serentak pada tanggal 15 Februari 2017 di 101 (seratus satu) wilayah yang akan memilih Gubernur/Bupati/Walikota sesuai dengan tempatnya masing-masing. Kedua, melakukan tugas pengamanan VVIP terhadap kunjungan kerja Raja Salman dari Arab Saud ke Indonesia pada tanggal 1 Maret 2017 sampai dengan 9 Maret 2017 bahkan diperpanjang hingga 12 Maret 2017 (pada saat liburan di Bali) yang membawa rombongan dengan jumlah fantastis hampir 1500 orang.

Selanjutnya, Polri dihadapi dengan datangnya bulan puasa yang dimulai pada hari Sabtu tanggal 27 Mei 2017 dimana sasaran utamanya adalah masyarakat bisa melaksanakan ibadah puasa dengan aman, lancar, tertib dan kondusif. Bukan saja pada kegiatan melaksanakan puasa, namun juga pada hari Raya Idul Fitri dimana masyarakat bisa melaksanakan Sholat Idul Fitri dengan khidmat. Apa yang pernah terjadi di Tolikara, Papua dan Aceh Singkil pada tahun 2015 adalah sebuah pengalaman dan pelajaran penting bagi Polri yang tidak boleh terulang kembali di kemudian hari. Konstitusi di Negara Indonesia yang lebih dikenal sebagai Undang-undang Dasar 1945 telah menyatakan bahwa Negara Indonesia bukanlah Negara agama dan telah menjamin kebebasan beragama bagi siapapun warga negaranya dimanapun berada sebagaimana dimaksud pada pasal 29 yang berbunyi sebagai berikut :

  • Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
  • Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamnya dan kepercayaannya itu.

Lalu lintas mudik Lebaran yang lancar

Masyarakat tentu masih ingat insiden “Brexit” atau kemacetan parah sepanjang 20 (dua puluh) kilometer terjadi di Gerbang Tol (GT) Brebes Timur saat mudik Lebaran 2016 yang mengakibatkan korban jiwa sebanyak 12 (dua belas) orang. Ada 3 (tiga) faktor utama penyebab insiden tersebut antara lain :

  1. Jumlah ribuan kendaraan yang melintas setiap jamnya di jalur tol Pejagan-Brebes Timur sehingga kendaraan yang berasal dari Cipali dan Pantura terjebak macet puluhan jam di satu titik
  2. Banyak pemudik yang tidak disiplin dengan menyerobot antrian lajur menuju Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sehingga lajur yang semestinya bisa digunakan untuk contra flow berkurang dan arus kendaraan terkunci
  3. Adanya keterlambatan melakukan pengalihan arus lalu lintas kearah Brebes Timur sehingga terjadi stagnansi sehingga kondisi lalu lintas macet total dan sulit diurai karena banyak pemudik berhenti di pinggir jalan karena lelah

Pada mudik Lebaran 2017, sangat terlihat koordinasi antar instansi pemerintah dalam hal ini Polri dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Jasa Marga yang bahu membahu melakukan upaya mengatasi dan mencegah insiden “Brexit”. Sejak dini telah diantisipasi  kepadatan di tiga pintu tol yakni pintu tol Kaligangsa (Brebes Timur), Pejagan (Brebes) dan Gringsing (Batang). Pemerintah juga telah memperbaiki infrastruktur yang sebelumnya ada lintasan kereta api, saat ini sudah ada flyover (jalan layang) arah Banyumas, Cilacap dan sudah ada jalan tol fungsional 110 km sampai Gringsing. Sudah menjadi kewajiban pemerintah menjamin kehidupan setiap warga negaranya sesuai pasal 28I (1) UUD 1945 :

“Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun”.

 Kecelakaan lalu lintas yang menurun

Sudah tidak asing di mata dan telinga kita melihat banyak terjadi kecelakaan lalu lintas sebelum, sesaat dan setelah hari raya Idul Fitri serta menelan korban jiwa setiap tahunnya. Bahkan ada kecenderungan jumlah korban meninggal dunia kecelakaan lalu lintas mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Namun apa yang terjadi pada tahun 2017 ? Berdasarkan data Korps Lalu Lintas Mabes Polri bahwa jumlah korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas pada mudik Lebaran tahun 2016 sebanyak 1261 orang, sedangkan tahun 2017 sebanyak 742 orang. Hal ini menunjukkan terjadi penurunan yang signifikan sebesar 519 orang atau 41,2 persen. Sebuah capaian yang luar biasa, fantastis dan tidak mudah sebenarnya. Mengapa ? Karena menurut data statistik, jumlah penduduk selalu bertambah setiap tahunnya, hal itu juga selaras dengan jumlah kendaraan bermotor baik roda 2 maupun roda 4 yang juga terus bertambah. Bila tidak ada kemauan yang keras untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas maka paling tidak terjadi peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas sekaligus korban jiwa maupun luka-luka. Menurunnya jumlah kecelakaan lalu lintas yang drastis ini setidaknya ada 4 (empat) faktor yang mempengaruhi yaitu :

  1. Tingkat kesadaran masyarakat pengemudi kendaraan bermotor khususnya roda 2 yang lebih baik, kooperatif dan tertib berlalu lintas
  2. Sosialisasi keselamatan berlalu lintas yang dilakukan secara masif dan berkesinambungan dengan slogan yang mudah dipahami oleh masyarakat
  3. Memperbaiki jalan yang rusak sehingga bisa digunakan oleh masyarakat saat mudik Lebaran sekaligus menjaga daerah yang rawan bencana
  4. Menindak tegas para pelanggar lalu lintas yang membahayakan keselamatan jiwa masyarakat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala

Melihat perkembangan peningkatan jumlah penduduk yang terus bertambah setiap tahunnya dimana akan berdampak pada peningkatan jumlah kendaraan bermotor baik roda 2 maupun roda 4, pemerintah dalam hal ini pemerintah pusat perlu mempersiapkan regulasi untuk membatasi ruang gerak khususnya kendaraan bermotor roda 2 yang banyak menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Harga kebutuhan pokok yang stabil

Apa yang selalu dikhawatirkan oleh ibu-ibu memasuki bulan puasa dan menjelang hari raya Idul Fitri ? Harga sembilan bahan pokok (sembako) pangan mengalami kenaikan. Seperti yang terjadi pada tahun 2016, harga sembako menjulang tinggi bahkan sangat signifikan. Belajar dari pengalaman tersebut, Presiden Jokowi memerintahkan kepada jajarannya untuk menjaga stabilitas harga sembako. Perintah ini diimplementasikan oleh Polri dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan di tingkat pusat maupun daerah menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran tahun 2017. Tujuan dibentuknya Satgas ini adalah untuk memantau stabilitas harga sembako dan pangan dimana setiap dua minggu akan mengevaluasi terhadap tingkat stabilitas harga tersebut di pasar. Melalui media massa, masyarakat melihat banyak tindakan preventif bahkan ada yang represif dilakukan oleh Polri dibantu oleh Kementerian terkait melakukan upaya-upaya dalam rangka stabilisasi harga sembako. Sebagai contoh, pada tanggal 19 Mei 2017 Satgas Pangan membongkar penimbunan bawang putih 61,5 ton asal India di Medan Sumatera Utara. Bukan hanya itu saja, tim juga mengamankan barang sembako lainnya antara lain bawang putih salju 1450 karung @ 20 kilogram, bawang bombai 72 ton dan cabai kering 132 ton. Dari sekian banyak kegiatan Satgas Pangan tingkat pusat maupun daerah, alhasil stabilitas harga pangan dan sembako dapat dijaga dan daya beli masyarakat dapat terlihat positif di pasaran sehingga kebutuhan untuk hari raya Idul Fitri 2017 dapat terwujud. Apresiasi Kepala Negara sebenarnya sudah disampaikan ketika memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka hari Kamis tanggal 22 Juni 2017, dimana beliau menyampaikan terima kasih kepada Kapolri, Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan yang telah bekerja keras untuk stabilitas harga kebutuhan pokok. Sebagai ungkapan rasa syukur atas limpahan rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Kuasa, di hari spesial ini, izinkanlah saya mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke 71. Semoga Polri Sukses Selalu. Terima Kasihku untuk Polisiku.(triwidodo/tim)

Sumber foto-foto: tribratanews.polri.go.id

*. Penulis, jurnalis tinggal di Balikpapan

 

Check Also

Kodam VI/Mlw Tambah 12 Pos di Perbatasan

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Kodam VI/Mulawarman akan menambah 12 pos dari 40 perbatasan yang sudah ada di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.