Home » GerbangNews » Tersangka Kasus “Teluk Balikpapan” Mangkir

Tersangka Kasus “Teluk Balikpapan” Mangkir

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Salah seorang karyawan PT Pertamina Balikpapan, I-S, sudah dijadikan tersangka dalam kasus tumpahan/ceceran minyak mentah (crude oil) di perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), belum lama ini. Mangkirnya I-S, Reskrimsus Polda Kaltim tetap menjadwalkan pemanggilannya. Jika dua kali absen akan dijemput paksa.

Keterkaitan dengan kasus yang menelan 5 korban jiwa itu, pihak Polda Kaltim memanggil Chip Superintendent Pompa Minyak Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU) tersebut untuk dimintai keterangannya. Namun, I-S absen alias belum bisa hadir. Alasannya, Sang tersangka belum didampingi atau memilki kuasa hukum.

Ditetapkanya sebagai tersangka oleh Polda Kaltim, karena Chip Superintendent bertugas sebagai penanggung jawab dua pompa minyak yang ada di Balikpapan dan PPU. Sementara yang terungkap, penetapannya sebagai tersangka lantaran diduga akibat dari kelalaian saat bekerja.

Karyawan Pertamina tidak memenuhi panggilan pertamanya di Polda Kaltim Ditkrimsus. Tersangka dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan terkait tumpahan minyak di Teluk Balikpapan. Hingga akhirnya terbakar hebat sampai beberapa lama api bercampur asap hitam membumbung tinggi.

Sumber menyebutkan, sekitar kurang lebih delapan jam setelah terjadinya insiden tidak ada upaya penutupan pompa dari Balikpapan dan PPU. Sehingga kobaran api semakin menjadi, seiring paparan minyak hitam di permukaan laut Teluk Balikpapan mengalir dan mengambang.

Menurut Direskrimsus Polda Kaltim, Kombes Pol Yustan Alpiani, pemanggilan sampai dengan yang kedua, bila tidak juga datang, maka pemanggilan yang ketiga akan dijemput paksa.

“Tidak hadirnya tersangka I-S, karena belum adanya kuasa hukum yang mendampinginya. Sementara, bila dilakukan pemeriksaan tersangka harus di dampingi kuasa hukumnya,” ujar Yustan Alpiani.

Selain salah seorang karyawan Pertamina yang dijadikan tersangka, Polda Kaltim juga menetapkan “Z-D”, Nakhoda Kapal MV Ever Judger, dan beberapa awak kapalnya. Terkait dengan penahanannya, Polda Kalimantan Timur (Kaltim) juga sudah menyurati pihak Kedutaan Tiongkok.

Saat diperiksa, Sang Nakhoda mengakui ada kesalahan dalam memberikan perintah kepada para anak buah kapal (ABK), sehingga membuat jangkar mematahkan pipa milik Pertamina. Hingga proses penyidikan, jumlah saksi terus bertambah yakni sudah 65 saksi yang diperiksa.

Setelah menetapkan tersangka dalam kasus pencemaran di Teluk Balikpapan, Direktorat Kriminal Khusus Polda Kaltim kapal pengangkut batu bara MV Ever Judger, sekaligus mencekal seluruh anak buah kapal (ABK) agar tidak bepergian keluar negeri. (hm/sh)

Check Also

Pedagang Dapat Modal Tanpa Agunan

#KaloRusmadiGubernurnya Samarinda, GERBANGKALTIM.COM,- Tak perlu menggadai Buku Pemilik Kendaraan Bermotor atawa BPKB. Demikian tagline salah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.