Home » GerbangNews » TIDAK ADA TEROR ULAMA DI BALIKPAPAN
Masjid Madinatul Iman, Balikpapan Islamic Center

TIDAK ADA TEROR ULAMA DI BALIKPAPAN

Kapolres Balikpapan
AKBP Wiwin Fitra

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra, menegaskan bahwa tidak ada teror ulama di “Kota Minyak”. Apa yang menimpa Ustadz Hazmi yang sempat heboh, belum lama, hanyalah kesalahpahaman semata. Namun demikian, warga tetap diminta waspada dan mengaktifkan pos kamling kembali.

Belakangan ini, di Balikpapan kabar teror ulama santer jadi bahan perbincangan publik. Karena sempat viral di media sosial, usai Ustadz Hazmi membuat laporan kepada aparat berwajib yang intinya, mendapat teror dari orang tidak dikenal.

Menurut Ustad Hazmi, usai Shalat Maghrib di Masjid Manuntung, Pandansari Balikpapan Barat, Kalimantan Timur (Kaltim), Dia merasa diintimidasi oleh seseorang tak dikenalnya. Orang tersebut membawa sajam panjang yang disalipkan di pinggannya.

Sesampainya di rumah, Hazmi merasa tidak tenang,  lantaran melihat oknum berbaju merah itu, sambil memegang telepon genggam, hilir mudik di depan pagar rumahnya. Esok harinya, si ustad kaget melihat di tembok rumahnya ada coretan berwarna merah.

Setelah dilakukan pengecekan,  orang yang berdiri di depan rumahnya sambil menelpon itu tidak lain tetangganya sendiri.  Sedangkan coretan yang ada di tembok rumahnya adalah  ulah tetangganya yang sedang mengecat mesin gensetnya yang diubah dari warna kuning menjadi merah.

Entah kenapa sang tetangga melakukan coretan di dinding rumah orang lain. Yang pasti, coretan merah itu dikatakan bukan karena adanya teror ulama. Terkait dengan masalah ini,  Kapolres Wiwin Fitra, menegaskan bahwa tidak ada teror ulama di Balikpapan.

“Apa yang menimpa Ustadz Hazmi, hanyalah kesalahpahaman semata,” ujar Kapolres sekaligus mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan kembali mengaktifkan pos kamling di lingkungan tempat tinggalnya.

Seperti ditegaskan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Sonhadji dan Kapolda Kaltim Irjen Polisi  Priyo Widyanto,  di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), tidak ada teror terhadap ulama. Tidak adanya teror itu dibuktikan dengan Shalat Jumat berjamaah di Masjid At Taqwa, Jalan Jenderal Sudirman Klandasan Ulu Balikpapan, belum lama ini.

Pangdam dan Kapolda memerintahkan anggotanya untuk melaksanakan shalat berjamaah lima waktu bersama warga di mushala dan masjid. Upaya ini diambil untuk mengantisipasi aksi teror yang dilakukan terhadap ulama, termasuk agama lainnya.

“Polisi telah melakukan langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya aksi terior terhadap ulama,” kata Kepolda  Priyo Widyanto. Kapolda dan Pangdam, meminta masalah ini tidak dipolitisir, terutama menjelang pelaksanaan Pilgub Kaltim.

Sementara itu, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Sonhadji, mengatakan telah memerintahkan anggota Kodam VI/Mulawarman untuk melaksanakn shalat lima waktu menyebar di seluruh wilayah Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara).

Upaya ini dilakukan untuk memberikan rasa aman terhadap ulama dan umat muslim. “Rasa aman ini juga diberikan kepada agama lainnya. Sehingga dengan keberadaan TNI-Polri, aksi teror bisa lebih dini dideteksi dan diambil langkah antisipasi,” kata Pangdam.

Penegasan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Sonhadji dan Kapolda Kaltim Irjen Polisi  Priyo Widyanto, terkait dengan rumor adanya teror terhadap ulama di Balikpapan, yakni munculnya kehebohan yang terjadi di sekitar kawasan Pandansari Balikpapan Barat.

Warga yang tidak terlalu jauh dengan Masjid  Manuntung, belum lama ini, dihebohkan dengan adanya “cat merah” yang ada di tembok Gang Lima Kelurahan Margasari. Tanda merah tersebut muncul dari dekat Masjid  Manuntung hingga ke rumah salah seorang tokoh agama  yang memang tinggal di kawasan gang tersebut. Tapi soal ni hanyalah kesalahpahaman belaka. Tidak ada teror terhadap ulama. (hm/sh)

Check Also

Kodam VI/Mlw Tambah 12 Pos di Perbatasan

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Kodam VI/Mulawarman akan menambah 12 pos dari 40 perbatasan yang sudah ada di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.