Home » GerbangNews » Titik Berlabuh Bisa Digeser

Titik Berlabuh Bisa Digeser

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) tegaskan pemindahan alur pelayaran tidak bisa dilakukan, karena ada Permenhub Nomor 22 Tahun 1998 tentang Batas-batas Daerah Lingkungan Kerja dan Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan Balikpapan (DLKR – DLKP) yang masih berlaku, namun titik berlabuh kapal masih bisa digeser.

Selain itu, saat ini Kemenhub RI sudah mengusulkan ke Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, untuk memperluas DLKR dan DLKP Pelabuhan Balikpapan dari 6 mil menjadi 12 mil,  tinggal menunggu hasil kajian dan pesetujuan gubernur saja.

Polemik yang terjadi antara nelayan Manggar Balikpapan dan perusahaan batu bara Bayan Group, tentang shipt to shipt atau bongkar muat di Teluk Balikpapan masih belum tuntas. Tuntutan para nelayan, agar jalur pelayaran dipindahkan. Secara tegas dinyatakan Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan Balikpapan, tidak bisa diubah, namun untuk titik berlabuh bisa digeser.

Ketentuan jalur pelayaran ini sendiri sudah tertuang dalam Permenhub Nomor 22 Tahun 1998 tentang Batas-batas Daerah Lingkungan Kerja dan Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan Balikpapan.

Kepala Ksop Kelas I Balikpapan, Jhonny Runggu Silalahi mengatakan,  usulan untuk pemindahan alur pelayaran kemungkinan akan sulit direalisasikan, tapi untuk pergeseran titik berlabuh selama masih dalam DLKR – DLKP masih bisa dilakukan.

Saat ini, Kemenhub RI sudah mengusulkan ke Gubernur Kaltim, untuk memperluas DLKR dan DLKP Pelabuhan Balikpapan dari 6 mil menjadi 12 mil. Usulan ini masih menunggu hasil kajian dan pesetujuan gubernur saja,” ujar Jhonny Runggu Silalahi. Sementara itu, para nelayan juga menunggu keputusan gubernur. Apakah mereka masih bias beroperasi di daerah tersebut. (hm/sh)

Check Also

Ketum Persiba Siap Mundur

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Ketua Umum (Ketum) Persiba Balikpapan, Syahril HM Taher, siap mundur atas hasil buruk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.