Home » Unjukrasa di Kantor Perusahaan Kelapa Sawit Berakhir Ricuh

Unjukrasa di Kantor Perusahaan Kelapa Sawit Berakhir Ricuh

BULUNGAN, GERBANGKALTIM.COM,— Aksi unjukrasa yang dilakukan warga Desa Pimping Kecamatan Tanjung palas Utara, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara di areal perkebunan kelapa sawit milik PT Citra Sawit Lestari, berakhir ricuh. Selian mengusir para pekerja sawit, warga juga melempari kantor perusahaan dengan batu.

Dengan menggunakan perahu milik adat Desa Pimping, puluhan   warga  melintasi Sungai Buaya untuk menuju lokasi camp Setanduk milik PT CSL yang dinilai warga masih bersengketa dengan masyarakat Desa Pimping.

Warga menuntut agar lahan seluas 4.300 hektare yang diduga masuk dalam areal hak guna usaha PT CSL segera diinclubkan. Pasalnya didalam lahan ini terdapat  ladang pertanian milik warga, termasuk rumah warga, tempat ibadah dan  sekolah.

Warga juga kecewa, pasalnya selama ini pihak PT CLS dengan aparat desa tidak transpara, terkait luasan HGU perusahaan termasuk janji perusahaan tentang plasma untuk masyarakat Desa Pimping.

Setibanya di camp Setanduk warga yang membawa parang, tombak, sumpit dan senjata tajam lainnya,  kemudian memaksa pekerja yang tinggal dicamp perusahaan untuk keluar dari camp dan meminta untuk tidak meneruskan pekerjaannya, serta menghentikan aktifitas 6 unit alat berat, yang masuk secara diam-diam kelokasi lahan yang dianggap warga masih bersengketa.

Salah seorang warga desa, Makmun mengatakan, masuknya PT CSL dinilai justru menyengsarakan warga Desa Pimping.  “Selain itu perusahaan yang sudah masuk sejak tahun 2003 juga tidak memberikan keuntungan, justru sebaliknya,” katanya.

Semantara itu akibat di lokasi camp tidak ada satupun pihak perusahaan yang menemui para pengunjukrasa, warga kemudian melanjutkan aksinya menuju kantor PT CSL di Desa Panca Agung dan berusaha untuk menemui pihak management.

Lagi-lagi warga dibuat kecewa pasalnya setibanya di lokasi kantor  PT CSL,  tak satupun karyawan maupun management yang berada di lokasi,  dan kantorpun dalam keadaan kosong.

Kesal warga yang dan emosi kemudian melempari kantor PT CSL dengan batu dan menyegel pintu kantor. Tiga  satpam perusahaan tak mampu menahan amarah warga, akibatnya beberapa bagian jendela kaca pecah dilempar warg, hingga isi di dalam kantor menjadi berantakan.

Warga kemudian membubarkan diri setelah melampiaskan kemarahannya, selama kejadian tidak ada satupun petugas polisi yang mengawal aksi warga ini.

Sebelumnya 40 warga pernah mengadukan masalah ini ke DPRD Bulungan, namun tidak membuahkan hasil.Warga justru menuding DPRD bulungan tidak perduli dengan keadaan warga desa yang mayoritas penduduk asli suku Dayak.(Muhammad Hilmansyah)

Sumber: BKV Channel

Check Also

Polda Kaltim Ungkap 38 Kasus Korupsi

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Sepanjang tahun 2017 lalu, Polda Kalimantan Timur (Kaltim), berhasil mengungkap 38 kasus korupsi. Kasus ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *