Home » Walhi Tolak Penambangan Batu Bara di Bukit Suharto

Walhi Tolak Penambangan Batu Bara di Bukit Suharto

JAKARTA,- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menolak keras rencana Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang akan melakukan penambangan batu bara, di Taman Hutan Raya Bukit Soeharto.

Kementerian ESDM rencananya akan memakai sistem underground mining atau menambang batu bara menggunakan terowongan (adit tunnel) bawah tanah yang mengelilingi kawasan Taman Hutan Raya.

“Taman Hutan Raya Bukit Soeharto adalah kawasan konservasi,” kata Eksekutif Daerah Walhi Kaltim, Isal Wardhana dalam siaran pers, Rabu (3/2).

Sesuai aturan, lanjut Isal, di kawasan konservasi tidak boleh dilakukan kegiatan apapun selain program kelestarian kawasan konservasi tersebut.

 

Walhi Kaltim sendiri mengakui bahwa di Taman Hutan Raya Bukit Soeharto cukup besar kandungan batu baranya.

 

Boleh tidaknya penambangan tersebut, tergantung dari sikap Menteri Kehutanan (Menhut). “Disinilah kita lihat komitmen Menhut. Apakah betul serius menyelamatkan hutan di Indonesia, khususnya di Kaltim,” tegasnya.

 

Sistem underground tersebut tidak serta merta memberikan jaminan untuk tidak merusak ekosistem Taman Hutan Raya Bukit Soeharto.

 

Kuasa Pertambangan (KP) di Taman Hutan Raya tersebut sampai sekarang saja belum terselesaikan masalah dampak lingkungannya. “Gimana nasib taman itu, kami tegas menolak keras,” paparnya.

 

Menurut Isal, alasan Dirjen Mineral, Batu Bara dan Panas Bumi Kementerian ESDM untuk menambang untuk mengantisipasi kebakaran di Taman Hutan Raya Bukit Soeharto sebagaimana tertuang dalam surat nomor 2550/30/DJB/2009-3 September 2009 tidak logis.

 

Di dalam surat itu, menyebutkan untuk mengantisipasi kebakaran, maka cara penanggulangannya adalah dengan pemanfaatan batu bara dengan sistem terowongan bawah tanah.

 

Rencana ini sebenarnya sudah bertentangan dengan program Pemprov Kaltim Green Kaltim. Jika demikian, pemprov tidak sebatas menolak penambangan, tapi juga perkebunan luas. “Dan program tersebut diutarakan langsung Gubernur Awang Faroek Ishak,” tegasnya.

 

Sejauh ini, menurut catatan Walhi, akibat penambangan batu bara di Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, turut memengaruhi kualitas air di Sungai Mahakam.

 

Menurut catatan Walhi Kaltim, kawasan Taman Hutan Raya tersebut juga berada di antara Sungai Wain dan Sungai Jembayan yang berhubungan langsung dengan Sungai Mahakam.

 

Fungsi taman hutan itu adalah sebagai penyaring air. Jika rusak, maka hampir sumber air baku di sejumlah daerah seperti Kota Balikpapan dan Samarinda serta Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara akan tercemar. (sn)

 

 

 

 

 

Check Also

Kodam VI/Mlw Tambah 12 Pos di Perbatasan

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Kodam VI/Mulawarman akan menambah 12 pos dari 40 perbatasan yang sudah ada di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.