Home » Warga Perbatasan Jangan Terbujuk Malaysia

Warga Perbatasan Jangan Terbujuk Malaysia

Nunukan, Gerbangkaltim,-

Wilayah perbatasan sebagai beranda Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) membutuhkan perhatian serius pemerintah kabupaten, provinsi, terutama pemerintah pusat.  “Kondisi masyarakat di perbatasan memprihatinkan. Jangankan uang simpanan di bank, di kantong saja mereka tak punya. Ini membutuhkan perhatian kita semua. Jangan  sampai  kepala desa  dan masyarakat di sana terbujuk rayuan Malaysia, sehingga kehilangan rasa nasionalisme,” kata Anggota DPRD Kaltim asal Dapil V dari Partai Golkar, Abdul Djalil Fatah, Kamis (17/5), usai resesnya di Dapil Bulungan, Tarakan, Nunukan, Malinau dan Tana Tidung.

Menurut Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kaltim yang duduk di Komisi IV ini, dalam kunjungannya ke Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan yang berbatasan dengan Sabah, Malaysia Timur dirinya mendapati kenyataan ada sekolah bergedung sangat sederhana, dengan murid  beberapa puluh orang, namun  hanya diajar  dua orang guru.

Selain itu, sejumlah kepala desa mengatakan diiming-imingi Malaysia gaji besar, sejumlah fasilitas dan pembangunan infrastruktur, kalau mereka mau bergabung dengan negeri jiran tersebut.

“Iming-imingnya gaji besar dan fasilitas lainnya untuk kepala desa, serta pembangunan infrastruktur berupa jalan, sekolah, listrik, air bersih dan jaminan pelayanan pendidikan serta kesehatan untuk masyarakat,” kata politisi yang berlatar belakang ustadz tersebut.

Menurut Djalil Fatah,  warga Kecamatan Lumbis Ogong yang sebagian besar adalah Suku Agabak dan Tagol sangat memerlukan lapangan kerja, khususnya di bidang perkebunan .

Dia menyatakan memberikan dukungan apabila ada pengusaha berinvestasi di perkebunan kelapa sawit, karet, rotan dan tanaman hortikultura lainnya.

“Pemerintah maupun swasta dapat saling bahu membahu menyediakan lapangan kerja untuk masyarakat perbatasan ini. Kalau secara ekonomi mereka bagus, Insya Allah mereka tak akan termakan bujuk rayuan Malaysia,” kata Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bulungan ini.

Dia mengatakan, sebagian besar daerah perbatasan yang dikunjungi  membutuhkan  infrastruktur yang layak untuk  memudahkan arus perekonomian dari desa  ke kota maupun antar desa. Apalagi ada beberapa desa yang langsung menjalin hubungan ekonomi dengan Malaysia, seperti  Desa Labang,  Indonesia dengan Desa Bantul, Malaysia,  selanjutnya Desa Sumantipal, Indonesia  dengan Desa Sinungai,  Malaysia dan Desa Panas, Indonesia dengan Desa Pagalungan,  Malaysia.

“Desa-desa tersebut memiliki hubungan perdagangan dengan Malaysia,” kata Djalil Fatah.

(adv/lia/mir FOTO DPRD KALTIM/ STAF ABDUL DJALIL FATAH)

Check Also

Panwaslu Paser: 25 September Batas Akhir Pendaftaran Panwascam

Tana Paser (gerbangkaltim.com) Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Paser telah membuka pendaftaran anggota Panitia Pengawas ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *