Home » GerbangNews » Wujudkan Politik Santun, Masyarakat Paser Tolak Kampanye Hitam

Wujudkan Politik Santun, Masyarakat Paser Tolak Kampanye Hitam

Tana Paser, GERBANGKALTIM.COM – Guna mewujudkan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur yang damai, masyarakat Kabupaten Paser menggelar Deklarasi Tolak Black Campaign atau kampanye hitam, Selasa (15/5).

Kegiatan ini juga diikuti sejumlah partai politik, KPU, Panwaslu, Diskominfo dan Kesebangpol Paser.

Deklarasi tolak kampanye hitam dibacakan Ketua KPU Paser EK Yusdad Indrawan, diikuti peserta deklarasi. Bunyi deklarasi tersebut yakni

Kami siap menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Menolak segala politisasi black campaign dalam bentuk apa pun yang dapat menggangu kelancaran proses pilkada.

Meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk mendukung gerakan menolak black campaign.

Kami siap menolak black campaign mewujudkan politik santun dan mendukung pilgub kalitm damai tahun 2018.

Ketua KPU Paser Eka ditemui usai kegiatan mengatakan, suksesnya kegiatan pemilu bukan hanya dari tingginya partisipasi pemilih, melainkan tidak adanya pelanggaran dalam proses pemilihan.

“Pemilihan yang sukses bukan hanya tingginya partisipasi pemilih, tapi juga tidak adanya pelanggaran dalam proses pemilihan,” ujar Eka.

Oleh karena itu kata Eka, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan deklarasi tersebut untuk mewujudkan pemilhan yang santun dan berkualitas.

Senada dengan Ketua KPU, Ketua Panwaslu Paser Nur Hamid juga mengapresiasi deklarasi itu.

Deklarasi tolak kampanye hitam menurutnya sejalan dengan sikap Panwaslu yang menolak segala bentuk money politik atau politik uang.

“Kegiatan ini sama dengan beberapa bentuk kegiatan kami dalam deklarasi tolak money politik. Kegiatan ini sangat positif sebagai komitmen untuk mewujudkan pemilihan kepala daerah yang santun,” ujar Nur Hamid.

Kasi Politik Dalam Negeri pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik, Achmad Hartono menerangkan, Pemerintah Kabupaten Paser melalui kantor Kesbangpol, dalam sosialisasi juga mengingatkan akan praktek-praktek yang tidak diharapkan selama proses pilkada berlangsung.

“Kita sudah bentuk tim desk pilkada dan sosialisasi ke 10 kecamatan. Dalam sosialisasi kita ingatkan untuk menjaga kondusifitas selama pilkada ini dengan tidak terlibat pada hal-hal yang tidak baik. Deklarasi ini suatu komitmen untuk menciptakan kepala daerah yang baik,” ujar Hartono.

Begitu pun dengan peran Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian, yang mendukung segala bentuk kampanye hitam, adu domba, dengan membawa isu sara.

Kepala Diskominfo Paser Adi Maulana meminta kepada masyarakat untuk bersikap hati-hati dalam menggunakan media sosial (medsos), apalagi dalam tahun-tahun politik.

“Pengguna internet di Indonesia, 97 persen adalah pengguna media sosial seperti facebook, twitter, instagram. Oleh karena itu masyarakat agar hati-hati, jangan mudah memicu isu sara, ujaran kebencian. Ayo kita gunakan media sosial dengan bijak,” pungkas Adi.(Jya)

 

Check Also

Kodam VI/Mlw Tambah 12 Pos di Perbatasan

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Kodam VI/Mulawarman akan menambah 12 pos dari 40 perbatasan yang sudah ada di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.