Home » “Yaqin” Bupati/Wabub Terpilih, Saksi Aman dan SPDU Menolak

“Yaqin” Bupati/Wabub Terpilih, Saksi Aman dan SPDU Menolak

PENAJAM, KPUD-PENAJAMKAB.GO.ID— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menetapkan pasangan calon nomor urut satu  Drs H Yusran Aspar M.Si – Drs H Mustaqim MZ MM (Yaqin) sebagai bupati dan wabub terpilih proide 2013-2018, setelah dalam rapat pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara tingkat kabupaten PPU menunjukkan pasangan ini unggul dengan perolehan 44.417 suara atau 54,6 persen.

Rapat pleno rekapitulasi hasil perhitungn suara tingkat  Kabupaten PPU  yang dipimpin Ketua KPU,  Andi Arfin didampingi empat anggota KPU lainnya, di Gedung KPU PPU, Kamis (2/5/2013) mendapat pengawalan ketat aparat keamanan.

Untuk menguatkan hasil pleno itu, KPU PPU mengeluarkan keputusan KPU nomor :  65 / Kpts /KPU- PPU- 6409.12 / 2013 tentang penetapan hasil rekapitilasi pemilu bupati dan wabup yakni,  pasangan nomor 1 bupati dan wabup  yang diusung gabungan parpol PDIP , Hanura, PDK dan PAN memperoleh total suara sebanyak  44.417 suara atau 54,6 persen. Sedangkan pasangan  nomor dua yang diusung gabungan parpol Golkar,  PKS, PKB dan PPP memperoleh suara sah 31.589 suara atau  38,8 persen, dan pasangan nomor tiga  yang diusung Parpol PBB, PNI-M dan Gerinda memperoleh 5.363 suara atau 6,6 persen.

Berdasarkan hasil rekapitulasi ini juga diketahui jumlah suara sah sebanyak 82.863 suara dari 117.856 daftar pemilih tetap (DPT),  sehingga diketahui total pemilih yang datang ke TPS sebesar 70,31 persen dan golput sebanyak 29.69 persen.

“Setelah kami menetapkan hasil rekapitulasi tersebut, maka, KPU kemudian mengeluarkan Keputusan nomor 66/Kpts/ KPU – PPU -6409.13/2013 tentang penetapan pasangan calon  bupati dan wakil bupati PPU terpilih  priode 2013 2018 hasil pemilu 2013, dimana pasangan nomor satu  dengan suara sah terbanyak 54,6 persen ditetapkan sebagai pasangan terpilih periode 2013-2018,” ujarnya.

SAKSI AMAN DAN SPDU MENOLAK

Rapat pleno KPU PPU yang dijaga ketat personil Brimob, Sabhara  Polda Kaltim dan Polres PPU sejak dimulainya rekapitulasi penghitungan pukul 11.00 wita hingga selesai, dihadiri tiga orang saksi masing -  masing pasangan calon,  saksi pasangan Yaqin, dihadiri  Zainal Arifin, Saksi pasangan nomor dua  H Andi Harahap S.Sos – Drs H Sutiman MM (Aman)  dihadiri Muslimin,  sedangkan saksi pasangan nomor tiga   Hj Sandra Puspa Dewi SH – H Harimuddin Rasyid SH (SPDU), atas nama Ikwan Datu Adam,  namun KPU tidak mengakui keberadaanya karena tidak membawa surat mandat asli dari pasangan calon dan timses. Hadir pula, ketua PPS dari 54 desa dan Kelurahan dan Ketua serta anggota PPK empat kecamatan, Panwaslu serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) PPU.

Menyikapi hasil ini, Muslimin  saksi pasangan nomor dua Aman, menyatakan    menolak untuk menandatangani berita acara pleno, karena menilai KPU masih belum melaksanakan keputusan KPU sendiri dimana jumlah DPT sebanyak 117.856 tidak ditambahkan dengan jumlah pemilih yang menggunakan KTP dan KK. Oleh karena itu pihaknya mengajukan keberatan. “Seharusnya KPU juga membeberkan jumlah pemilih yang menggunakan KTP dan KK, jangan hanya jumlah pemilih berdasarkan DPT saja, oleh karena itu kami keberatan menerima hasil pleno ini,” tegasnya.

Senada dengannya, Ikwan Datu Adam saksi dari pasangan SPDU yang juga ketua Timses pasangan nomor tiga ini, mengajukan keberatan itu ke KPU mampun ke MK,  karena dinilai penyelenggara tidak fair dalam pelaksanaan Pemilukada tersebut baik di tingkat PPS, PPK dan KPU.

“Kami jelas tidak menerima hasil pleno ini dan menyatakan keberatan dengan menyampaikan surat model DB2 serta menyampaikan masalah itu ke MK,” ujar Ikwan.

Menanggapi hal ini, seusai rapat pleno, Ketua KPU PPU Andi Arfin mempersilahkan kepada  para saksi atau timses pasangan calon yang keberatan untuk mengajukan surat keberatan yang formulirnya telah disiapkan oleh KPU selama masa sanggah yang diberikan dalam tiga hari kerja setelah pleno yakni ini    sejak 6 hingga 8 Mei 2013 depan.

“Ada atau tidak adanya sanggahan dari pasangan calon, keputusan ini tetap kami kirimkan ke MK dan Kemendagri, dan kami selaku penyelenggara siap untuk digugat dan harus melalui sidang ke MK  nantinya,” kata Andi Arfin.

Sementara Zainal Arifin saksi dari Yaqin mengaku puas dengan hasil rekapitulasi tersebut, namun pihaknya tidak serta merta untuk merayakan secara berlebihan, kalaupun ada itu bentuknya hanya syukuran dan dilalukan oleh intren tim saja. Namun dirinya tidak bisa melarang jika ada warga yang merayakannya dan dipastikan itu bukan Timses Yaqin, karena sudah jelas perayaan terlalu berlebih telah disepakti tidak ada.

Pada kesempatan itu, Devisi Hukum KPU,  M Hatta,  menerangkan berdasarkan surat keputusan KPU dalam rapat pleno ini yang hanya boleh mengajukan keberatan  hanya saksi yang memiliki mandat asli dari pasangan calon atau timses. Jika keberatan disetujui, maka pimpinan rapat bisa mengambil keputusan namun jika tidak  diterima, maka  saksi diminta untuk mengisi formulir DB2 tentang keberatan hasil pleno namun keberatan saksi itu  tidak bisa menghentikan rapat pleno.

Ketua KPU Andi Arfin menjelaskan  rekapitulasi hari ini  merupakan rangkaian  dari kegiatan tahapan pemilu   tanggal 25 April 2013 pada saat pemungutan suara di TPS, lalu rekapitulasi tingat PPS, rekapitulasi  PPK  dan hari ini di rapatkan pada pleno tingkat KPU PPU, yang dijadwalkan selama tiga  hari sejak tanggal 2 hingga 4 Mei 2013 namun jika dapat diselesaikan dalam satu hari maka KPU langsung memutuskan pleno itu.***

Sumber: kpud-penajamkab.go.id

Check Also

Panwaslu Paser: 25 September Batas Akhir Pendaftaran Panwascam

Tana Paser (gerbangkaltim.com) Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Paser telah membuka pendaftaran anggota Panitia Pengawas ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *