TANA PASER, Gerbangkaltim.com – Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Paser saat ini mengalami kekurangan mobil operasional sehingga penanggulangan kebakaran di daerah itu tidak optimal.

“Kami kekurangan unit mobil untuk operasional karena yang ada saat ini pun banyak yang rusak,” kata Kepala Bidang Pemadam Yusdar Juhairi usai kegiatan simulasi pemadaman kebakaran pada peringatan HUT ke-100 Damkar di Tanah Grogot, Kamis (28/2).

Damkar Paser kata Yusdar saat ini memiliki 6 unit mobil yang beroperasi untuk menanggulangi setiap kebakaran yang terjadi di daerah itu.

Namun dari jumlah tersebut lanjut ia, hanya 3 unit mobil yang kondisinya masih terbilang baik.

“Dengan 6  unit mobil pemadam  yang masih beroperasi  meski dari 6 mobil ini 3 di antaranya ada masalah pada mesin, karana maklum mobil yang kami punya sudah tua,” ujar Yusdar.

Kondisi itu menurut Yusdar menyulitkan para petugas untuk dapat bekerja secara optimal dalam melayani masyarakat.

Apalagi, katanya, pada tahun 2019 ini unit pemadam tidak memiliki anggaran untuk perbaikan unit tersebut. “Pada tahun ini kita tidak punya biaya untuk pemulihan dan perbaikan mobil,” ucap Yusdar.

Dan juga pada tahun ini  kami tidak ada biaya pemilihannya untuk perbaikan kata Yusdar Juhairi  Kabid pemadam.

Bukan hanya kekurangan unit kendaraan, Damkar Paser pun kata Yusdar mengalami keterbatasan pakaian dan sejumlah peralatan penunjang lainnya. “Kami juga kekurangan peralatan baju, sepatu dan juga alat-alat yang lain,” ucapnya.

Selain itu Yusdar berharap ada penambahan personel damkar karena personel yang ada saat ini jumlahnya masih terbatas sehingga tidak mampu memenuhi beban kerja damkar yang cukup berat.

“Kami juga menginginkan paling tidak  1 regu pemadam lagi untuk menambah petugas kami. Sementara ini Damkar tanah Grogot hanya ada 3 regu pemadam,” katanya.

Ia berharap ada penambahan unit mobil dan alat penunjang pemadam lainnya agar tugas pemadam dapat berjalan sebagaiman yang diharapkan masyarakat.

“Mudaha-mudahan ada penambahan unit mobil dan alat penunjang lainnya. Sehingga kami bisa seperti harapan masyarakat, terutama pada saat banyaknya kejadian kebakaran sementara kami tidak bisa memenuhi karena keterbatasan alat dan petugas,” pungkas Yusdar. (Ral/Jya)