Tana Paser, InfoPublik – Sebanyak 33 orang di Kabupaten Paser Kalimantan Timur pada Tahun 2018 menderita penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV). Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat, angka tersebut lebih banyak dibanding penderita HIV di daerah itu Tahun 2017.

“Untuk penderita HIV tahun 2018 ada 33 orang. Jumlah ini lebih banyak dibanding tahun 2017 yaitu 24 orang,” kata Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Paser Eko Ariyanto di Tanah Grogot, Senin (4/3).

Eko mengatakan, penyebaran HIV terjadi melalui beberapa media seperti darah, air mani, dan jarum suntik. Faktor pergaulan dan seks bebas menjadi salah satu faktor penyebab penularan virus tersebut.

“Penyebarannya bisa melalui darah, air mani, dan jarum suntik. Perilaku seks bebas dan pergaulan bebas menjadi salah satu penyebabnya,” kata Eko.

Virus HIV menurut Eko masih bisa disembuhkan. Penderita harus meminum obat dalam jangka waktu tertentu sehingga virus tersebut tidak menyerang sel darah putih hingga menyebabkan penderita mengidap penyakit Acquired Immunodeficiency Syndrome atau yang dikenal dengan Aids.

“Penderita HIV jika sudah terjangkit tidak akan hilang. Mereka harus meminum obat, untuk menghambat virus itu menyerang sel darah putih. Kalau sudah minum obat, mereka seperti orang biasa pada umumnya,” ucap Eko.

Virus HIV menurut Eko bukan hanya menjangkit pelaku seks dan pergaulan bebas. Para ibu rumah tangga dan anak-anak pun berpotensi tertular HIV dari penderita yang berinteraksi dengan mereka.

“Bukan hanya pelaku pergaulan bebas, HIV bisa juga menular dari mereka ke para ibu rumah tangga dan anak-anak,” kata Eko.

Dinkes Paser lanjut Eko secara aktif melakukan sosialisasi terkait penyebaran penyakit HIV itu dengan melibatkan banyak pihak. Belakangan ini, Dinkes Paser turut serta dalam sosialisasi bahaya HIV yang digagas Kantor Kesehatan Pelabuhan Balikpapan.

“Kita aktif sosialisasi bahaya penyebaran HIV. Kemarin pesertanya pada acara KPP Balikpapan, adalah para anak buah kapal yang bekerja di perusahaan di Paser. Harapannya agar mereka memahami bahaya penyebaran HIV dari pergaulan bebas,” pungkas Eko. (MC Kabupaten Paser)