Gara-gara 1 Meter Diartikan 1 Segel (27 Meter), Tumpahan Minyak Pun Terjadi di Teluk Balikpapan

BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis kasus kerusakan pipa Pertamina dan polusi minyak mentah akibat pengoperasian KM Ever Judger yang terjadi 30 Maret 2018 lalu.
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono mengatakan, laporan final ini terdiri dari informasi faktual, analisis, kesimpulan dan rekomendasi keselamatan.

“KNKT mengulas secara komprehensif mengenai akar masalah yang menyebabkan terjadinya kecelakaan. Tim investigasi telah menganalisis secara mendalam berdasarkan sudut pandang regulasi dan implementasi ketika kejadian berlangsung,” kata Soerjanto Tjahjono, Kamis (14/3/2019) di aula Kantor Walikota Balikpapan.

Hasilnya disimpulkan bahwa tejadinya tumpahan minyak di perairan Teluk Balikpapan karena kurangnya penerapan Bridge Resource Management (BRM) di atas KM Ever Judger dimana penerapan bahasa yang tidak standar menyebabkan salah komonikasi antara nahkoda kapal dan mualim satu.

“Saat nahkoda menyampaikan jangkar harus turun satu meter, ternyata mualim satu menurunkan satu segel atau 27 meter, akhirnya jangkar menghantam pipa penyalur minyak mentah pertamina yang ada di bawah laut berdiameter 20 inchi di dasar teluk,” jelasnya.

Akibatnya terjadi tumpahan
minyak dan kebakaran besar di Teluk Balikpapan sehingga mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan.

“Selain faktor tidak adanya prosedur spesifik tentang pelayanan pemanduan terkait pertukaran informasi seperti diatur dalam resolusi IMO A.960, kecuali prosedur yang dikeluarkan oleh KSOP setempat,” jelasnya.

Dalam kasus ini KNKT mengeluarkan beberapa rekomendasi untuk mencegah kecelakaan serupa kembali terjadi.

“Rekomendasinya bersifat lintas instansi, dan beberapa instansi telah secara cepat melakukan tindakan keselamatan,” ujarnya.(mh/gk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *