DLH Kota Akui Kawasan Perairan Balikpapan Belum Aman

Judul:

Sub: Pemulihan Akan Memakan Waktu Bertahun-tahun.

BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com,–Masih ingat dengan peristiwa bocornya pipa minyak milik Pertamina Balikpapan setahun silam, yang membuat heboh nasional hingga internasional. Akibat kejadian ini, tidak saja manusia yang menjadi korban, tetapi lingkungan juga terkena dampaknya.

Kini, kendati sudah satu tahun berlangsung, nyatanya perairan Balikpapan dinyatakan belum aman bagi para warga. Seperti para nelayan yang sehari-hari mencari ikan, maupun warga yang ingin berenang di pantai Balikpapan.

“Gak gampang membersihkan limbah Bahan Barbahaya dan Beracun (B3) yang pernah mencemari perairan ini. Meski nampak di permukaan bersih, tapi di dasarnya belum tentu,” ujar Suryanto selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan ketika ditanya media ini, Sabtu (16/3/2019).

Menurutnya, untuk membuat perairan Balikpapan benar-benar bersih seratus persen,  membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya. “Kalau mau bersih betul sampai seratus persen ya perlu waktu bertahun-tahun,” tegasnya.

Kepala DLH Balikpapan Suryanto

Pada saat melakukan penanggulangan tumpahan minyak tersebut, seluruh para pemangku kepentingan dan pemerintah hanya menggunakan dispersant. Sedangkan dispersant tidak menghilangkan minyak dari permukaan laut, melainkan membantu memecah gumpalan-gumpalan minyak menjadi lebih kecil sehingga turun ke dasar laut dan tersebar agar mudah dicerna mikroba laut.

Sampai saat ini belum diketahui apa langkah selanjutnya dari Pertamina yang berjanji akan membereskan minyak tersebut.

“Kami belum dapat laporan lagi dari Pertamina mengenai tindak lanjutnya,” ujar Suryanto.

DLH bersama Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) juga belum mencabut status aman bagi perairan Balikpapan hingga saat ini. Menurut informasi DLH status ini bisa memakan waktu hingga 10 tahun lamanya.

“DLH dan KLH kan belun mencabut status amannya hingga saat ini. Kalau berdasarkan pengalaman KLH yang diinfokan ke kami bisa saja status ini sampai 10 tahun lamanya,” kata Suryanto. (ad/gk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *