Tana Paser, Gerbangkaltim.com – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) melakukan operasi pasar gas bersubsidi 3 kilogram ke dua desa pesisir yang jaraknya cukup jauh dari Ibu kota Kabupaten yakni Desa Slengot dan Desa Labuangkallo Kallo Kecamatan Tanjung Harapan, Jum’at (22/3).

Kasi Pengadaan, Penyaluran Logistik Disperindagkop UKM Paser Marwan Natsir dihubungi di Tanah Grogot mengatakan operasi pasar itu dilakukan guna memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap gas bersubsidi, mengingat cukup mahalnya harga tabung gas tersebut di tingkat pengecer.

“Operasi pasar ke Slengot dan Labuangkallo inisiatif kami. Ada 200 tabung gas, masing-masing 100. Ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat karena harga di tingkat pengecer sampai Rp.50.ribu per tabung. Kami bersama agen hanya menjual Rp.29 ribu per tabung,” kata Marwan.

Marwan mengatakan harga per tabung di kedua desa itu dijual berbeda dibanding operasi pasar yang dilakukan di perkotaan. Jika di perkotaan harga per tabung yakni Ro.22 ribu. Di Desa kedua desa itu berbeda karena pertimbangan biaya transportasi.

Perjalanan darat dari Ibu kota ke pelabuhan, memakan waktu dua jam. Dari pelabuhan ke Desa Slengot, jika tidak ada gelombang memakan waktu satu jam. Begitu pun jika menuju ke Desa Labuangkallo.

“Karena ada biaya transportasi darat dan kapal hingga ke titik pendistribusian. Jadi Harga Eceran Tertinggi (HET) nya Rp 29 ribu. Berbeda dibanding yang di kota,” katanya.

Marwan mengatakan tidak adanya pangkalan di dua desa pesisir itu, membuat harga tabung gas bersubsidi di tingkat pengecer menjadi mahal. Menurutnya, harga yang dijual di pengecer itu sudah lazim. “Biasanya harga di pengecer Rp 47 ribu sampai Ro.50 ribu. Itu biasa bagi mereka,” ucap Marwan.

Oleh karena itu antusias masyarakat terhadap operasi pasar menurut Marwan cukup tinggi. Masyarakat berharap kegiatan itu dapat dilaksanakan minimal dua minggu sekali. “Antusiasnya tinggi sekali. 200 tabung gas ludes terjual. Harapannya operasi pasar dua minggu sekali,” katanya.

Jika masyarakat ingin memperoleh tabung gas, mereka harus membeli ke desa pesisir lain. Sebut saja Desa Slengot. Masyarakat di sana harus membeli tabung gas ke Desa Tanjung Aru untuk bisa merasakan tabung gas bersubsidi itu, karena di sana ada 2 pangkalan.

“Masyarakat Selengot harus ke Tanjung Aru, karena disana ada 2 pangkalan. Sedangkan Desa Labuangkalo ke Desa Lori karena di sana ada 4 pangkalan,” kata Marwan.(MC Kabupaten Paser)