BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com,–Akibat sering di-suspend secara sepihak, ratusan pengemudi ojek online (onjol) dari Grab Car dan Grab Bike menuntut manajemen Grab Balikpapan mundur. Tuntutan itu disampaikan dalam aksi demo di depan halaman HER Hotel Balikpapan yang berada di kawasan Jl. MT Haryono, Kel. Gn. Samarinda, Balikpapan Utara, Kamis (4/4/2019).

Ratusan masa ini meminta Hendrik turun dari jabatannya sebagai ketua perwakilan Grab di Balikpapan.

“Kami meminta Hendrik dan kroni-korninya turun dari managemen Grab. Kami minta Hendrik turun sekarang juga,” ucap Dedi bersama rekan-rekannya.

Dedi salah satu pengemudi Grab Car yang menjadi salah satu orator dalam aksi demo itu mengatakan ada beberapa tuntutan yang diajukan kepada manajemen Grab Balikpapan. Pertama meminta dikembalikannya netralitas oknum aplikator Grab. Kedua, meminta dikembalikannya point malam dan insentif. Ketiga meminta amnesty massal Grab roda 2 dan roda empat yang terkena suspend.

Dua jam berselang, managemen Grab Balikpapan yang di wakili Hendrik tampak keluar dari kantor dan menemui para pendemo.

“Saya sudah terima tuntutan kalian, dan akan saya teruskan ke kantor pusat. Paling lama tiga hari baru ada jawaban dari pusat,” ujarnya di hadapan ratusan pendemo.

Setelah mendengar janji yang diberikan Hendrik, masa sempat membuat perjanjian di atas kertas yang ditandatangani di atas materai. Jika dalam waktu tiga hari tidak ada jawaban, maka ratusan masa ini akan kembali melakukan aksinya lagi.

Usai menandatangani kesepakatan, akhirnya ratusan pengemudi Grab ini membubarkan diri dengan tertib.

Di tempat terpisah, managemen Hotel HER menjelaskan dengan adanya aksi ini hotel mengalami kerugian. Pasalnya sejak pukul 9.00-12.30 wita beberapa tamu yang hendak menginap batal.

“Ya ada aksi ini jujur kami alami kerugian lah. Tadi ada 2 atau 3 tamu mau check in akhirnya harus batal, karena liat demo ini,” ujar GM Hotel HER, Andi Rafly.(ad/gk)