Tana Paser, Gerbangkaltim.com– Direktur Hubungan Antar Lembaga Dalam Negeri pada Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Hasan Abud, mengajak masyarakat di Kabupaten Paser untuk menggali potensi ekonomi kreatif agar menjadi nilai tambah ekonomi masyarakat.

“Mari masyarakat gali potensi yang ada di Paser untuk menjadi ekonomi kreatif, yang bisa menjadi nilai tambah ekonomi atau pendapatan keluarga,” kata Abud saat menggelar kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun Pentahelix di Tanah Grogot, Minggu (27/5).

Ia mengapresiasi berbagai macam ide kreatif baik itu dari kerajinan dan kesenian, bisa menjadi ekonomi kreatif yang dikenal luas masyarakat luar daerah. Misalnya seperti kriya purun yang bisa menjadi sandal, tas, tikar dan berbagai macam produk lainnya.

“Saya apresiasi kerajinan di Paser seperti purun yang bisa dikembangkan menjadi kreativitas yang lain. Yang tadinya hanya tikar saja bisa menjadi sandal dan lainnya. Ini bisa menjadi nilai tambah ekonomi,” kata Abud.

Pada kegiatan itu ditampilkan berbagai macam produk kreatif diantaranya kerajinan rotan berupa tas rotan khas Paser, tikar, sandal dan topi dari purun, tas dari batok kelapa, hingga batik Paser.

“Bagaimana cara memanfaatkan potensi yang ada yaitu menyesuaikan dengan kearifan lokal khas di Paser. Intinya adalah ekonomi kreatif yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucap Abud.

Diskusi Terpumpun Pentahelix merupakan diskusi kelompok dari berbagai kalangan mulai dari pelaku usaha, akademisi, komunitas, pemerintah dan media.

Kegiatan ini dihadiri Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi, Ketua Dekranasda Paser Mutiarni Yusriansyah Syarkawi, Ketua DPRD Paser Kaharudin, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaufudian dan Dandim 0904 Tng Letkol (Czi) Widya Wijanarko.

Acara yang berlangsung selama satu hari ini diikuti pelaku UKM, unsur akademisi, komunitas, pelaku usaha dan sejumlah media. (MC Kabupaten Paser)