Tana Paser, Gerbangkaltim.com – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Paser Muksin mengatakan, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Paser pada triwulan kedua atau hingga bulan Juni, sudah terserap sebesar Rp.778 Milyar dari total APBD sebesar Rp.2,3 Trilyun.

“Dari total APBD Paser sebesar Rp 2,3 Trilyun, baru terserap 778 M lebih, atau 32,54 persen di triwulan kedua. Sebelumnya kami targetkan di triwulan itu dapat terserap 37 persen,” kata Muksin usai kegiatan rapat Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (Tepra) yang dipimpin Sekda Paser Katsul Wijaya di Pendopo Kabupaten, Jumat (26/7).

Muksin mengatakan dari hasil evaluasi tim Tepra tersebut, terdapat deviasi atau tidak terealisasinya penyerapan anggaran dari yang ditargetkan sebesar 37 persen, sementara baru mencapai 32,54 persen.

“Artinya tagrget tidak tercapai. Karena ada deviasi dari apa yang kita targetkan dari realisasinya yaitu 4,46 persen,” ucap Muksin.

Dengan digelarnya rapat itu Muksin berharap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat melakukan percepatan penyerapan anggaran baik yang bersumber dari APBD Kabupaten Paser atau sumber lainnya.

“Kita harap setelah ini, OPD melakukan upaya percepatan penyerapan APBD. Ada tiga jenis keuangan yang dikelola OPD, yaitu APBD, Bantuan Keuangan (Bankeu) dan Dana Alokasi Khusus (DAK),” ujar Muksin.

Pemkab Paser kata Muksin berharap kepada OPD dapat memenuhi capaian target penyerapan APBD di triwulan ketiga sesuai dengan yang sudah direncanakan yaitu sebesar 76 persen.

Selain itu pelaporan kegiatan fisik juga diharap dapat dilakukan secara realtime atau tepat waktu karena pada saat ini Bappeda Paser telah menerapakan pelaporan realisasi fisik menggunakan aplikasi Tepra.

“Sekarang pelaporan realisasi fisik pakai aplikasi tepra. Beberapa OPD belum sampaikan itu. Harapannya mereka adapatasi dengan aplikasi, melakukan pelaporan relaisasi fisik melalui aplikasi tersebut,” pungkas Muksin. (MC Kominfo Paser)