Balikpapan - October 4, 2019

Sempat Tereksploitasi, Orangutan Bento dan Iskandar Kembali ke Habitatnya

BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com – Dua orangutan Bento dan Iskandar yang sempat tereksploitasi, kini sudah dikembalikan ke habitatnya di hutan Kalimantan.

Bento dan Iskandar tiba di pelabuhan Kariangau, Balikpapan Barat pada Kamis (3/10), setelah dibawa oleh pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, dari Manado selama 5 hari.

Bento yang berjenis kelamin jantan ini diselamatkan dari upaya eksploitasi di Manado 8 September 2005 saat masih berusia lima tahun. Kini ia berusia 17 tahun dengan berat sekitar 150 kilogram.

Sedangkan proses penyelamatan Iskandar terjadi pada 30 oktober 2004, saat masih berusia lebih kurang 2 tahun. Orangutan ini diselamatkan dari upaya perdagangan ilegal ke Philipina. Usianya kini 19 tahun dengan berat 170 kilogram.

Kepala BKSDA Kaltim Sunandar mengatakan proses translokasi atau pemindahan dua orang utan ini dilakukan oleh BKSDA Sulawesi Utara, BKSDA Kaltim beserta Yayasan Arsari Djojohadikusumo, Pusat Suaka Orangutan Arsari serta Yayasan Masarang dan Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki Sulawesi Utara.

“Keduanya sekarang ditempatkan sementara di kandang karantina di Pusat Orang Utan (PSO) Arsari yang berada di area HGB PT ITCI di Kelurahan Maridan, Sepaku, Penajam Paser Utara,” kata Kepala BKSDA Kaltim Sunandar, Jumat (4/10).

Penandatanganan berita acara penyerahan kedua orangutan ini dilakukan Sunandar dan Kepala BKSDA Sulawesi Utara Noel Layuk Allo.

Proses pemindahan kedua orang utan juga ini disaksikan pemilik ITCI Karya Utama yang juga Ketua Yayasan Arsari  Djojohadikusuma, Hasyim Djojohadikusumo, adik dari Prabowo Subianto.

Menurut Hasyim, PSO Arsari yang ia dirikan diperuntukkan orangutan yang sudah tua dan bertahun tahun-bertahun berada di kandang karena dipelihara manusia secara tidak legal,  disita dari perdagangan satwa ilegal, alasan kesehatan dan kondisi lain yang tidak memungkinkan dilepas liarkan ke alam.

“Keberadaan PSO ini untuk melindungi dan melestarikan satwa liar seperti orangutan, kera, burung, rusa dan harimau,” kata Hasyim

PSO Arasari yang berada di area HGB ITCI ini akan diresmikan pada pada 12 november 2019 mendatang dengan mengundang  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (mh/gk)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Ilegal, Kadal Lidah Biru Asal Jakarta Ditahan Karantina Pertanian Balikpapan

BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com – Karantina Pertanian Balikpapan beserta Aviation Secu…