Dua Kapal RI Bawa Misi Dipolomasi-Budaya pada Navy Port Visit 2019

BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com – Dua Kapal Republik Indonesia (KRI) yakni KRI Jhon Lie 358 dari armada 1  dan KRI Frans Kaisiepo 368  dari armada 2 tiba di Balikpapan, pada Kamis (10/10), dalam rangka melaksanakan Indonesia Navy Port Visit 2019 dan 74 th Indonesia Armed Force Day.

Selain membawa misi diplomasi, kedua KRI ini menurut Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Komandan Armada (Koarmada) II, Laksamana Pertama TNI Rahmat Eko Raharjo, juga membawa misi budaya ke negara-negara asean yang dikunjunginya.

“Sebelum melakukan dua even tersebut, kedua KRI itu terlebih dahulu bersandar di pelabuhan Semayang Balikpapan,” kata Laksamana Pertama TNI Rahmat Eko Raharjo.

Oleh karena itu pihaknya harus memastikan kesiapan semuanya dengan melakukan pemeriksaan mulai dari kesiapan alutista hingga kemampuan personel.

Persiapan dipastikan matang mulai dari persenjataan, navigasi, ruang kendali tempur, peralatan keselamatan dan PMK, termasuk kemampuan tempur pasukan yang terlibat dalam Navy Port Visit ini.

Pasalnya kedua KRI ini akan melintasi perairan Philipna yang selama ini dikenal rawan dengan tindakan perompakan.

“Rencananya kedua KRI ini akan melakukan kunjungan sejumlah negara di Asean yang memiliki hubungan bilateral dengan Indonesia seperti Filipina dan Brunei Darussalam,” ujar Laksamana Eko.

Tak hanya mengusung misi diplomasi semata, Port visit kali ini juga mengusung misi memperkenalkan budaya nusantara.

Seperti beragam tari-tarian nusantara yang akan dibawakan oleh personel TNI Angkatan Laut, yang akan di perkenalkan ke negara tetangga yang akan di kunjungi.

Port Visit 2019 TNI AL merupakan kegiatan rutin juga bertujuan mempersiapkan kemampuan satuan tempur elitnya seperti marinir dan kopaska.

“Harapan kami even Navy Port Visit ini juga mampu menangkal kemungkinan terjadinya tindak kejahatan di laut, di alur laut kepulauan Indonesia yang merupakan alur pelayaran Internasional yang ada di Indonesia, terutama di kawasan yang berada di perbatasan negara Asean,” terang Laksamana Eko. (mh/gk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *