Tana Paser – Kabupaten Paser Kalimantan Timur memiliki potensi alam dan wisata yang melimpah, salah satunya air terjun di Desa Muara Langon Kecamatan Muara Komam. Masyarakat setempat menamainya air terjun beangin 7 bidadari.

Untuk mengetahui secara pasti keberadaan tempat wisata tersebut, Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) bersama para wartawan dan Dinas Pemuda Olahraga, mengunjungi lokasi pada Sabtu (12/10). Lebih kurang 25 orang jumlah rombongan pada kegiatan perjalanan jurnalistik yang digagas DKISP Paser ini.

“Tujuan kunjungan ini untuk mempromosikan potensi wisata di Paser, dalam hal ini di Desa Muara Langaon Kecamatan Muara Komam,” kata Kabid Komunikasi Informasi Publik DKISP Paser Husriansyah.

Sebelum masuk rombongan disambut Camat Muara Komam Abdul Rasyid dan Kepala Desa (Kades) Muara Langon Sufriadi. Baliho selamat datang menyambut rombongan.

“Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, karena lahan ini baru dibuka. Jika mencium sesuatu, jangan ditegur,” pesan Kades Muara Langon Sufriadi, yang baru saja membuka lahan untuk akses menuju tempat wisata tersebut.

Akses masuk menuju air terjun kurang lebih 2 kilometer. Namun saja harus terlebih dahulu melewati hutan belantara, menyusuri bukit terjal dan bebatuan sungai.

Akses jalan di musim kemarau bisa dilewati dengan kendaraan. Karena sebelumnya sempat hujan, jalan agak sulit dilewati sehingga diperlukan kendaraan double untuk sampai di anak sungai.

Diperlukan fisik yang prima untuk sampai di sana. Menyisiri bukit yang terjal dan licin, akar pohon yang melintang serta tanaman berduri, diperlukan kehati-hatian pengunjung saat melintas.

Memakan waktu sekitar 1 jam untuk menyusuri pinggiran bukit nan terjal ini. Perjalanan dilanjutkan dengan penyisiran sungai dan melewati bebatuan besar.

Suara arus sungai yang deras menyambut kedatangan kami yang sudah berada di dua pertiga perjalanan. Kami menyisiri suungai yang dikelilingi hutan rindang, dengan hawanya yang masih sangat sejuk dan asri. Perjalanan ini sangat menantang, dan cocok bagi pecinta alam dan traveler.

Menurut Kades Sufriyadi saat mendampingi rombongan, di obyek wisata Riam Beangin 7 Bidadari memiliki tujuh tingkat air terjun, namun enam diantaranya belum bisa dikunjungi karena tak memiliki akses jalan.

“Yang kita lihat ini baru tingkat pertama, masih ada enam air terjun diatasnya, cuma kita belum bisa tembus kesana. Klau air terjun ditingkat dua itu jaraknya sekitar 500 meter dari air terjun pertama dan tinggi air terjunnya 20 meter,” jelas Sufriyadi.

Sedangkan tingkat tujuh kata dia, letaknya perbatasan dengan sungai Jaru, Kecamatan Jaru, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Menurutnya, wisata Riam Beangin 7 Bidadari memiliki potensi sebagai salah satu objek yang bisa menyedot banyak wisatawan, sehingga ia berupaya mengembangkan wisata itu.

“Sekarang ini yang kita lakukan pembuatan jalan dengan menggunakan dana desa, kita juga berharap agar pemerintah daerah bisa membantu dalam hal ini, karena perkiraan dana untuk akses jalan menuju wisata ini sekitar Rp 3 miliar,” ucapnya.

Selain jalan, disini juga kita rencana akan dilakukan Pembuatan jembatan, playing fox, arum jeram dan sarana bermain anak-anak,” sambungnya.

Sementara itu, Camat Muara Komam Abdul Rasyid yang juga sebagai camat berprestasi tingkat Kabupaten Paser Tahun 2019 ini mengatakan, pihak kecamatan mendukung sepenuhnya rencana pengembangan obyek wisata tersebut.

“Kita dukung sepenuhnya rencana itu, apa lagi wisata Riam Beangin 7 Bidadari salah satu aset yang ada di daerah ini,” kata Abdul Rasyid.

Di perjalanan pulang, kami disambut dengan tari-tarian Belian, tarian khas Dayak yang diperagakan penari-penari muda nan cantik.

Kami juga disuguhkan makanan dan sikap ramah warga setempat. Ini membuat rasa lelah kami hilang. Rasa penasaran pun terbalaskan.

Sekali lagi, Kabupaten Paser memang menyimpan alam yang memesona, masyarakatnya yang ramah. Ini sangat berpotensi dikembangkan menjadi objek wisata yang tak kalah menakjubkan, jika dikelola dengan baik. (MC Kabupaten Paser)