Bupati Penajam Akan Kawal Proses Hukum Yang Menimpa Pemuda Paser

PENAJAM, Gerbangkaltim.com – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud (AGM) Pada hari Kamis, (17/10) malam di dampingi oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Adat Paser (LAP) Kabupaten Penajam Paser Utara bersama beberapa Tokoh Adat Dayak Kalimantan menyikapi kasus yang menimpa Almarhum Herdi Chandra (18 Tahun) Warga Desa Muara Toyu Kecamatan Long Kali Kabupaten Paser yang terjadi pada tanggal 9/10 di Pantai Nipah-Nipah hingga memicu aksi massa yang tidak terkendali pada hari Rabu, (16/10).

Para tokoh yang hadir diantaranya Sekretaris Jendral (Sekjen) Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus, Ketua Umum Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Timur Edy Gunawan, Ketua Lembaga Adat Dayak Kenyah Provinsi Kalimantan Timur Ajang Kedung, Ketua Lembaga Adat Tunjung, Benuaq, Bentian Rustani, Panglima Koppad Abriantinus serta beberapa Tokoh Adat dan Tokoh Pemuda Dayak dan Paser menggelar pertemuan di Rumah Tokoh Adat Paser Long Kali Sudirman.

Usai melaksanakan rapat tertutup Para Tokoh Dayak serta Tokoh Adat Paser dengan materi acara mendengarkan keinginan dan harapan dari pihak keluarga Korban, menyikapi hasil rumusan pertemuan tersebut, AGM berjanji akan mengawal proses hukum yang akan diberikan kepada pelaku hingga tuntas.

AGM juga mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas peristiwa yang sudah terjadi. Terkait dengan Penegakan Hukum Adat Ia berjanji akan memfasilitasi hal tersebut dan akan mengkomunikasikannya dengan pihak-pihak terkait.

“Siapapun yang mengalaminya, pasti akan ada rasa tidak terima. Tapi apapun persoalannya, mari kita cari jalan tengah. Jika kita saling perang tidak akan ada habisnya. Ibaratnya menang jadi arang kalah jadi abu. Ini akan membawa sebuah kemunduran bagi Benuo Taka kita tercinta” Ucap Bupati.

Ditempat yang sama, Musa menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh Masyarakat yang terkena dampak akibat aksi, Rabu (16/10).

Musa menghimbau kepada Seluruh Masyarakat Paser dan Dayak untuk tidak melakukan aksi lagi dan jangan terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan.

“Saya selaku Ketua LAP PPU akan mengawal kesepakatan yang dibuat hari ini. Oleh karena itu, mulai hari ini jangan ada aksi-aksi lagi. Jika ada yang melakukan aksi setelah ini, maka itu bukan tanggung jawab kami. Silahkan aparat tangkap dan proses pelaku yang melakukan aksi susulan” tegas Musa.

Musa juga menghimbau kepada Masyarakat PPU yang mengungsi agar kembali kerumah masing-masing.

“Insya Allah PPU sudah kondusif. Mari kita sama-sama menjaga kedamaian di Benuo Taka tercinta. Peristiwa ini mari kita jadikan sebagai pembelajaran. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi. Jika ada persoalan, mari selesaikan dengan kepala dan hati yang dingin,” katanya.

“Jangan lagi menggunakan kekerasan. Karena kekerasan tidak akan menyelesaikan persoalan. PPU adalah miniatur Nusantara, karena semua suku ada disini. Mari terus jaga kerukunan ini selamanya” pungkas Musa. (mh/gk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *