TANA PASER, Gerbangkaltim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser mengajak kepada masyarakat dan stakeholder terkait untuk menjaga Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai Kandilo yang kondisinya saat ini sangat memprihatikan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Paser Kaharuddin dalam acara forum diskusi yang digagas Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Paser dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), di gedung Perempuan Berjaya, Selasa (29/10).

“Saya berharap dari FGD ini menghasilkan rekomendasi yang memberikan solusi yang membangun terhadap permasalahan yang terjadi di DAS Kandilo Kabupaten Paser,” kata Kaharuddin.

Gejala kerusakan lingkungan DAS Kandilo kata Kaharuddin dapat dilihat dari penyusutan luas hutan dan kerusakan lahan, terutama kawasan lindung di sekitar aliran sungai.

“Untuk itu, tugas pemerintah dibantu lembaga dan organisasi terkait untuk mengawasi agar sungai Kandilo tetap terjaga,” ucap Kaharuddin.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Paser Achmad Safari mengatakan secara keseluruhan sungai yang ada di Paser sudah tergolong tercemar.

“Terjadi peningkatan kecemaran untuk skala cemar berat, dari sampel tahun 2016 terdapat 10 titik sungai menjadi 16 titik sungai,” kata Safari.

Induk kualitas air pada tahun 2018 berkisar di angka 39,375 atau masuk dalam status waspada.

Safari mengatakan terdapat beberapa faktor yang menyebabkan pencemaran sungai Kandilo diantaranya limbah dan bahan kimia anorganik seperti pupuk pestisida hingga sampah plastik.

“Selain itu aliran dari lahan pertanian, sedimen seperti tanah, lumpur dan pasir yang juga mempenaruhi kualitas air sungai,” ujarnya.

Agar memastikan sungai Kandilo tetap terjaga kelesatariannya, Safari mengajak semua pihak mulai dari masyarakat, instansi pemerintah selain DLH, dan pihak swasta.

“Melalui kegiatan ini adalah titik awal untuk menyamakan persepsi untuk saling bersinergi untuk mempercepat upaya menjaga lingkungan sungai,” ucapnya.

Sementara Ketua KNPI Paser Eko Yuniantonosa mengatakan isu tercemarnya sungai Kandilo ini merupakan keresahan yang sudah lama disuarakan masyarakat.

“Oleh karena itu kami laksanakan FGD ini untuk mengetahui persoalan tercemarnya sungai Kandilo,” kata Eko.

Eko berharap dari diskusi ini diperoleh solusi dan komitmen semua pihak untuk menyelesaikan persoalan pencemaran sungai Kandilo . Dalam waktu dekat pun KNPI bakal melakukan penanaman pohon di daerah sempadan sungai dan membentuk komunitas peduli lingkungan. (MC Kabupaten Paser)