BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com – Organisasi sayap NU, Banser dan GP Anshor pada Rabu (13/11), mendatangi kantor DPRD Balikpapan terkait pelaksanaan kegiatan berbau LGBT di Mal Pentacity akhir pekan lalu. Aksi ini juga dihadiri manajemen Pentacity dan EO.

Sekitar 30 anggota Banser dan GP Anshor ini diterima Ketua Komisi IV DPRD Muhammad Taqwa, didampingi anggotanya, Asisten I Sekdakot Balikpapan, Syaiful Bahri, Kasat Intel Polres Balikpapan,  dalam rapat dengar pendapat terkait tarian yang berbau unsur LGBT.

Dalam  rapat dengar pendapat ini juga dihadirkan perwakilan managemen Pentacity serta Nasrullah dari EO, pelaksanaan event tersebut.

Diketahui pelaksanaan even yang digelar Sabtu dan Minggu (9-10/11) itu adalan perayaan HUT EO Swaggy Waacky Dance Crew yang berbau LGBT, tidak memiliki izin.

Sehingga agar tidak terulang lagi, kepada EO dan manajemen Pentacity, diminta untuk meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya karena telah mencederai kota Balikpapan.

“Kami meminta meminta pihak manajemen dan EO untuk meminta maaf secara terbuka kepada warga Balikpapan melalui media, dan kejadian itu tidak terulang lagi,” kata Sekretaris GP Anshor Yandi Irawan.

Legal Pentacity Balikpapan Andy Kusuma Putera mengatakan dari kejadian itu, pihaknya akan melakukan seleksi ketat terhadap seluruh event yang akan dilaksanakan di Pentacity.

“Kami juga akan mengawasi seluruh kegiatannya. Dalam kesempatan ini kami meminta maaf kepada warga Balikpapan,” ucapnya.

Sedangkan Ketua Komisi VI DPRD Balikpapan M Taqwa meminta kepada Pemkot untuk segera menyusun aturan agar event dan kejadian ini tidak terulang lagi.

“Pemkot juga segera mengumpulkan seluruh pengelola Mall dan EO untuk membuat pernyataan tidak akan menggelar event yang  berbau LGBT. Dan jika melanggar siap untuk dicabut perizinannya,” tegas M Taqwa.