BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com – Perairan Teluk Balikpapan kembali terjadi laka laut, dimana sebanyak lima orang pekerja kapal tenggelam. Sontak kejadian ini membuat jajaran Tim SAR Gabungan bersama Lanal Balikpapan sigap dalam melakukan evakuasi terhadap korban.

Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat yang masuk melalui radio komunikasi ke pos TNI AL, jajaran Lanal Balikpapan bergegas berkoordinasi dengan Basarnas Balikpapan dan menuju lokasi kejadian dengan menggunalan KM Lamaru dibantu dengan sejumlah kapal speed TNI AL.

Sesampainya di lokasi kejadian terdapat korban yang nyaris tenggelam, beruntung jajaran Lanal Balikpapan membantu penyelamatan menggunakan kapal speed dan mengevakuasinya ke atas KM Lamaru. Tiga orang korban pun berhasil diselamatkan.

Namun terdapat dua orang korban yang tewas mengapung di laut. Kedua korban tersebut satu per satu di evakuasi menggunakan kantong mayat milik Basarnas dan mengevakuasinya ke atas KM Lamaru lalu membawanya ke dermaga Pelabuhan Semayang untuk dibawa ke Rumah Sakit.

Rupanya kejadian tersebut hanyalah bagian dari simulasi kesiapsiagaan dalam kondisi darurat kebencanaan yang digelar oleh Lanal Balikpapan berkoordinasi dengan Basarnas, BPBD, Tagana dan lainnya sejak Selasa lalu (10/12).

Related Post

“Alhamdulillah hari ini sudah melaksanakan simulasi SAR. Yakni ada dua jenis korban, yaitu korban hidup dan meninggal. Jadi semuanya prosedur pertolongan telah kita lakukan. Saya ucapkan terima kasih kepada rekan Kansar sehingga kegiatan ini terlaksana dengan baik,” kata Palaksa Lanal Balikpapan, Mayor Laut (P) Khairul Anwar usai kegiatan di dermaga Pelabuhan Semayang.

Khairul mencatat sejumlah koreksi untuk bahan evaluasi jajarannya. Seperti cara kemudi kapal ketika dalam kondisi hendak mengevakuasi korban serta lainnya. Tentu koreksi tersebut akan menjadi catatan untuk kegiatan selanjutnya yang akan datang.

“Untuk beberapa koreksi, selain melakukan pertolongan, kami juga melatih profesionalisme untuk kapal agar bagaimana bermanuver yang bagus lalu bagaimana berkoordinasi dengan instansi yang lain, sehingga keterpaduan bisa terlaksana dengan baik dan lebih sempurna,” terangnya.

Kasi Sumber Daya Kantor SAR Balikpapan, Eko Lativania mengatakan kegiatan ini sudah berlangsung sesuai prosedur. Meskipun memang ada beberapa catatan dan kendala ketika melakukan evakuasi di perairan. Yakni salah satunya ialah kelengkapan alutsista yang dibutuhkan serta permasalahan cuaca. Kejadian ini kerap dihadapi jajaran Tim SAR Gabungan ketika melakukan evakuasi atau pencarian korban di perairan.

“Kegiatan di air itu kita ada prosedur yang harus dilaksanakan terutama untuk safety bagi si penolong itu sendiri. Kendalanya kegiatan di air itu adalah iklim dan alutnya keterbatasan,” jelasnya. (mh/gk)