TANA PASER, Gerbangkaltim.com – Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi memberikan perhatian kepada guru berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT), terkait gaji yang masih di bawah standar.

Ia meminta kepada instansi terkait yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memerhatikan perihal tersebut.

“Mereka yang berstatus pegawai tidak tetap masih ada yang medapatkan gaji di bawah standar, karena dialokasikan melalui Bantuan Operasional Sekolah,” kata Bupati saat melantik 307 pejabat yang dirotasi, di Gedung Awa Mangkuruku, Selasa (07/01/2020).

Gaji mereka kata Bupati, tergantung kemampuan sekolah, sementara di sisi lain, mereka dituntut untuk bekerja secara maksimal.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dibantu Kepala Bidang beserta jajarannya, lanjut Bupati Yusriansyah, harus bisa memberikan perhatian khusus bagi kesetaraan dan proporsionalitas tenaga pendidik dan kependidikan.

Seperti diketahui, Kabupaten Paser  masih kekurangan  sekitar 1.000 orang guru  yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sementara kuota penerimaan CPNS untuk formasi guru di Paser belum memenuhi kebutuhan guru yang ada. Begitu juga dengan perekrutan melalui seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), masih belum memenuhi kebutuhan guru di 10 kecamatan.

Bupati Yusriansuyah mengatakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan banyak mengalami perubahan struktur di untuk administrator dan pengawas. Ia menginstruksikan kepada para pejabat di Disdikbud, untuk bisa segera menyesuaikan diri dengan organisasi kerja yang baru.

“Dengan lebih fokus pada pendidikan PAUD, non formal, pembinaan SD, pembinaan SMP dan kemudayaan, ditambah dengan pembinaan ketenagaan,” ucap Yusriansyah. (GK)