RENCANA Pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur tepatnya di Kabupaten Penajam Paser (PPU) dan sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diakui akan berdampak pada perkembangan Kabupaten Paser ke depan.

“Karena itu Kabupaten Paser harus berbenah dengan posisinya sebagai daerah penyangga IKN, ” kata Tanty yang saat ini sedang menyelesaikan Program Doktor (S3) di Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman.

Sebagai daerah penyangga IKN, kata Tanty, Kabupaten Paser harus membenahi sarana seperti infrastruktur jalan dan sarana-sarana lainnya untuk memenuhi kebutuhan ibu kota negara.

“Yang tak kalah penting adalah menyiapkan sumber daya manusia unggul agar bisa bersaing, ” kata Istri dari Alphad Syarif ini.

Dengan adannya pertumbuhan industri di IKN, dipastikan daerah kabupaten Paser akan menjadi kawasan ekpansi dari perkembangan industri itu sendiri.

” Ini peluang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Paser,” katanya.

Karena itu pemimpin di kabupaten Paser, lanjut Tanty, harus bisa membaca peluang ini karena nantinya kebutuhan operasional IKN akan bergantung pada daerah penyangga.

“Ini saat yang tepat, apalagi tahun ini, Kabupaten Paser akan mencari pemimpin baru melalui Pilkada. Pilihlah pemimpin yang muda, kreatif dan bisa membaca peluang,” ujarnya.

(*/adv)