PASER, Gerbangkaltim.com – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Paser menggelar bimbingan teknis (bimtek) untuk pengisian rumah dataku kepada 10 pengelola kampung Keluarga Berencana (KB), di kantor Desa Sangkuriman, Rabu (12/02/2020).

Bimbingan teknis ini menghadirkan narasumber dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kaltim serta narasumber dari DP2KBP3A Kabupaten Paser.

Sekretaris DP2KBP3A Paser Jamilah didampingi Kabid Kabid pengendalian penduduk, penyuluhan dan Pergerakan Ningsih, mengatakan rumah dataku merupakan data kependudukan di sebuah kampung KB yang meliputi data keluarga berencana, pembangunan keluarga, hingga individu anggota keluarga.

“Tujuan bimtek ini untuk melatih pengelola kampung KB dalam mengisi rumah data kampung KB,” kata Jamilah.

Saat ini dari 21 kampung KB, baru 10 yang mengikuti bimtek pengembangan rumah dataku. “Kedepan semuanya kami berikan pembinaan. Secara bertahap,” ujar Jamilah.

Kabid pengendalian penduduk, penyuluhan dan Pergerakan Ningsih menambahkan, dengan mengisi data kampung KB, dapat diketahui potensi perkembangan dan permasalahan di kampung tersebut.

“Dengan data kampung KB, kita bisa tahu apabila ada stunting sehigga bisa cepat kita tangani. Begitu juga dengan potensi apa yang ada di desa yang bisa meningkatkan perekonomian,” ujar Ningsih.

“Ada rumah, jalan yang rusak, bisa segera disampaikan melalui kelompok kerja yang sudah kami bentuk,” imbuhnya.

Adapun kesepuluh kampung KB yang mengikuti bimtek ini yakni kampung KB di Desa Luan, Libur Dinding, Tajur, dan Olung, serta Muara Kuaro. Selebihnya yakni kampung KB di Desa Batu Butok, Sebakung Taka, Sebakung, dan Pondong Baru.

Ningsih menerangkan, dengan memperoleh semua data tentang keluarga di kampung KB, diharapkan masyarakat dapat menjalankan 8 fungsi keluarga.

Delapan fungsi keluarga yakni fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih dan lingkungan, dan fungsi perlindungan.

“Fungsi kesehatan reproduksi, sosialisasi dan Pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi pelestariang lingkugan,” ujarnya.

Sementara Kabid Pengendalian Penduduk BKKBN Kaltim Aris Ananta berharap rumah dataku yang akan dikembangkan, nantinya bukan hanya dapat digunakan oleh dinas terkait. Melainkan dinas lain yang membutuhkan data di kampung KB tersebut.

“Nantinya data itu komprehensif terkait kependudukan, pembangunan keluarga, individu anggota keluarga, bahkan hingga data keluarga pra sejahtera dan sejahtera,” kata Aris.

“Data tingkat kependidikan, kesehatan, siap yang belum punya kartu keluarga, akta kelahiran. Bisa diketahui di data ini,” imbuh Aris. (Media Center Kominfo Paser)