PASER, Gerbangkaltim.com – Sanggar Tari Mayang Pinang asal Kabupaten Paser, ditetapkan sebagai juar 1 pada lomba tari di Festival Indonesia Choral Orchestra Folklore Festival 6 (COFF 6) di Gedung Kesenian Balikpapan 15 Februari 2020 lalu.

Tim Sanggar Tari Mayang Pinang Sri Wahyuni mengatakan pada lomba tersebut, timnya berhasil meraih Gold Medal With Honour dan ditetapkan sebagai juar pertama.

“Juara pertama setelah menyisihkan menyisihkan 18 peserta lainnya,” kata Sri Wahyuni kepada Gerbangkaltim.com, Selasa (25/02/2020).

Pada lomba tersebut, kata Sri, sanggar Tari Mayang Pinang menampilkan tari ‘Tuyo Nampa Kadjatoa’. Tarian tersebut merupakan tarian yang terinspirasi oleh kegiatan sekelompok masyarakat pedalaman Paser yang hidup disekitaran lereng gunung.

Sri menjelaskan, Kadjatoa yang berarti sagu, merupakan bahan pangan para pengembara suku pedalaman Paser dengan suku Dayak Punnan yang sedang melakukan perjalanan kedalam hutan sebagai bahan makanan darurat.

“Penata tari mencoba mengemas tari Tuyo nampa kadjatoa yang disuguhkan dengan keseharian masyarakat paser pedalaman dalam dalam proses mereka mengolah sagu,” kata Sri.

Peragaan proses mengolah sagu dimulai dari ritual mengambil batang sagu sampai dengan proses pengolahannya yaitu penyerutan inti sagu, pengambilan sari sagu untuk didapatkan dan diendapkan serta pemanfaatan daun rumbia yang dianyam sebagai pengemas sagu terebut.

“Hingga sagu dapat dijadikan bahan makanan untuk dikonsumsi sebagai bahan panganan yang dapat diolah menjadi beraneka ragam jenis sajian hingga sekarang,” jelas Sri.

Tarian ini dibawakan Maulinda Sari, Nur Della Amalia Sari, Nur Alsa Deswita Putri, Tiara Ferdianita, Friska Nur Deswita Putri, Siti Mutiara Sifani, Raudya Maghfira Tasqya.

Penata tari untuk tarian ini adalah Riyalita, Hamidah dan  Eva Nurmala, S.Pd, Penata musik Hendra Wijaya. (*/Jya)