BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com – Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat memenuhi area parkiran pelabuhan feri kariangau yang menghubungkan Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Kendaraan ini membawa rombongan Jemaah yang berasal dari berbagai daerah di Kaltim itu, utamanya yang terlihat dari Berau, Tenggarong, Sangatta, Bontang, Samarinda dan Balikpapan yang akan menghadiri Haul Ke 15 Abah Guru Sekumpul di Martapura, Kalimantan Selatan.

Komandan Regu (Danru) Pelabuhan Ferry Kariangau, Bayu Apriliant mengatakan, kepadatan penumpang telah terjadi sejak, Rabu (26/2) dini hari.

“Pengguna jasa pelabuhan mengalami peningkatan sejaj hari Rabu lalu , subuh kemarin sampai hari ini. Bahkan antrean sempat mencapai dua kilometer, kemarin siang,” ujarnya.

Bayu memperkirakan lonjakan penumpang mencapai 60 persen. Normalnya, kata dia, pengguna jasa penyeberangan di kisaran 100 kendaraan. Sedangkan pada momen Haul Abah Guru Sekumpul ini, yang menyeberang mencapai 500 sampai 600 kendaraan per hari.

“Antrian ini jelas lebih ramai dari pada hari raya, karena kan kalau Haul ini yang menyeberang lewat feri bukan cuma warga dari wilayah Balikpapan, tetapi warga dari hampir seluruh wilayah di Kalimantan Timur yang akan menuju Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Untuk persiapan menghadapi lonjakan ini, kata dia, manajemen pelabuhan telah berkoordinasi dengan semua armada feri yang siap beroperasi.

Namun hingga kemarin, belum ada penambahan armada untuk mengatasi lonjakan antrean penumpang. “Kita tetap mengoperasikan kapal sesuai jadwal, dengan 12 kapal feri yang beroperasi untuk menyeberangkan penumpang. Itu sudah cukup,” paparnya.

Kendala utamanya, kata dia, saat pagi hari, karena pihaknya juga harus menyeberangkan truk angkutan BBM yang mengantre. “Karena BBM ini untuk keperluan masyarakat juga di seberang (Kabupaten PPU dan Kabupaten Paser, Red.),” imbuhnya.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya telah menyiapkan satu dermaga khusus untuk truk BBM. Meski demikian, skema itu bisa berubah dengan melihat kondisi dan situasi antrean. Jika antrean dilihat terlalu panjang, Bayu mengaku akan menahan truk BBM hingga beberapa jam.

“Untuk mendahulukan pengguna jasa penyeberangan yang akan menempuh perjalanan jauh ke Banjarmasin,” ungkapnya.

Berbagai strategi itu disiapkan untuk mengurai antrean. Tujuannya agar pengguna jasa penyeberangan merasa nyaman. “Jadi saat datang, kendaraan tidak terlalu lama antre. Karena juga perjalanan mereka kan masih jauh lagi,” terang Bayu.

Mengenai jenis-jenis kendaraan yang diprioritaskan untuk menyeberang terlebih dahulu, Bayu mengatakan, prioritas utama pasti ambulans. Kedua adalah bus. Untuk itu ia mewajibkan kepada setiap armada feri untuk memuat minimal 2-3 bus dalam satu kali penyeberangan. Setelahnya baru kemudian kendaraan umum.

Mengenai penambahan petugas darat untuk mengatur masuknya kendaraan ke Kawasan Pelabuhan, Bayu mengaku hal itu belum diperlukan. “Namun ada beberapa petugas yang sebelumnya bertugas di kantor untuk administrasi, diperbantukan di lapangan,” terangnya.

Hal ini sudah dihadapi tiap tahun. Dirinya yakin mampu menghadapi momen tahunan ini. Berdasarkan analisa Bayu, dari pengalamannya, biasanya lonjakan dimulai pada tiga dan empat hari sebelum hari pelaksanaan Haul Guru Sekumpul. Dan sehari sebelum pelaksanaan, jumlah penumpang akan kembali normal.

“Tinggal nanti pulangnya, antrean akan berpindah ke Pelabuhan PPU,” pungkas Bayu.

Sementara itu, Sebanyak 43 Orang Jemaah asal Kecamatan Kembang Janggut Kukar yang turut antre di pelabuhan feri jauh hari telah mempersiakan keberangkatan untuk mengikuti acara Haul Ke 15 Abah Guru Sekumpul di Martapura Kalsel.

“ Kami berangkat sebanyak 43 orang dengan menggunakan satu bus untuk menghadiri Haul Abah Guru Sekumpul di Martapura Kalsel,” ujar salah seorang Jemaah Ahmad Dani.

Dani mengatakan kegiatan haul yang dihadirinya ini sudah untuk yang ketiga kalinya, sehingga ia sudah terbiasa dengan menempuh perjalanan jauh.

“Saya sudah tiga tahun berturut-turut mengikuti haul abah guru, sehingga tidak masalah dengan perjalanan jauh,” jelasnya.

Sedangkan untuk penginapan dan makan selama kegiatan haul, Dani mengatakan, sudah disiapkan panitia, sehingga Jemaah bisa focus melaksanakan ibadah saja. (mh/gk)