BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com – Sebanyak 360 siswa Bintara Polri dinyatakan lulus setelah tujuh bulan menempuh pendidikan di Bumi Turangga Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kaltim. Tiga di antaranya meraih penghargaan.

Tiga siswa bintara itu, yakni predikat Siswa Tertabah diraih oleh Bripda I Gusti Agung Komang Dinastiadi, Siswa Cendikia diraih oleh Bripda Risky Aldian, dan Bripda Muhamad Bima Trio Wijaksono berhasil meraih 2 predikat sekaligus yaitu siswa tauladan dan siswa Trengginas (lincah dan terampil).

“Penilaiannya saat masa pendidikan. Sejak saat masuk hingga mereka lulus di SPN,” terang Muktiono didampingi Kepala SPN Polda Kaltim Kombes Pol Danu Kusworo. Ratusan siswa bintara itu kini resmi berpangkat brigadir polisi dua (Bripda).

“Saya ucapkan selamat kepada siswa yang mendapat penghargaan,semoga penghargaan tersebut sebagai modal untuk menjadi anggota Polri yang promoter, profesional, modern, dan terpercaya sekaligus berintegritas dan loyalitas yang tinggi bagi masyarakat, bangsa dan negara” ucap Kapolda Kaltim Irjen Pol Muktiono.

Kapolda menambahkan, dari 360 siswa yang mengikuti pendidikan ini mereka dilatih dan belajar menjadi pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat yang humanis.

Perubahan paradigma di tubuh Polri terus dilakukan. Termasuk di lembaga pendidikan agar ke depan semakin baik dalam memenuhi tuntutan perkembangan zaman dan masyarakat.

Dalam kurikulum pendidikan pembentukan bintara Polri di SPN Balikpapan ini kesan masyarakat tentang pendidikan Polri yang mengabaikan HAM tidak terlihat. Tak ada kekerasan kepada siswa.

“Siswa diperlakukan secara manusiawi tanpa mengabaikan esensi dari pendidikan itu sendiri,” tambah Kepala SPN Polda Kaltim Kombes Pol Danu Kusworo.

Diketahui, penerimaan polisi masa depan ini untuk mendapatkan sumber daya manusia sesuai harapan. Sehingga dididik dengan baik demi terwujudnya polisi profesional, terpercaya, humanis, dan bisa meningkatkan pelayanan pada masyarakat.

“Para bintara ini telah mengikuti sejumlah latihan dasar. Seperti pengenalan Bhayangkara, baris-berbaris, bela diri, ketangkasan, teori dan praktik dan lainnya,” kata Danu.

Salah seorang Bintara yang lulus, Bripda Azwar Anwar mengatakan, untuk bisa lulus menjadi anggota kepolisian ia sudah mencoba selama 4 kal.

“Tidak lulus selama tiga kali, tes ke empat baru bisa lulus, Inta. Jangan patah semangat tetap terus berusaha,” ujarnya.

Sementara itu, Orang Tua Azwar Bintara Baru, Anwar mengatakan, dalam tes kepolisian ini ia tidak mengeluarkan uang sepeserpun.

“Anak saya murni ikut tes, sama sekali tidak ada uang sepeserpun yang dikeluarkan untuk menjadi polisi,” jelasnya.

Anwar berharap anaknya bisa menjadi polisi yang berguna bagi Nusa, Bangsa dan Agama serta berbakti kepada kedua orangtuanya. (mh/gk)