BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com – Lebih dari satu jam, Wakil Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud membagikan ribuan masker bersama jajaran dinas Kesehatan Kota, Diskominfo kota Balikpapan, di mal Plaza Balikpapan, Selasa malam (3/3/2020).

Pembagian dimulai pukul 20.00- 21.15 wita.
Rahmad juga sempat didampingi istri Hj Nurlena Masud ikut membagikan masker. Mulai dari lantai dasar hingga lantai II mall. Setiap pengunjung maupun pekerja mall yang dijumpai langsung diberikan dan disampaikan bahwa Balikpapan masih aman dari penyebaran virus.

Masyarakat diminta tetap tenang, tidak panic, ,mengenakan masker di tempat keramaian. Hal ini menyusul adanya 4 kasus suspect corona yang saat ini dirawat di ruang isolasi RS Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan sejak Sabtu lalu (29/2/2020).

Pembagian masker ini setidaknya 50 dus berisi masing-masing 50 masker di bagikan kepada masyarakat pengunjung mall.
Sosialisasi dan pembagian masker kepada masyarakat juga dilakukan di kompleks Balikpapan Super Blok dan Balikpapan Plaza oleh Walikota Balikpapan Rizal Effendi.

Rahmad Mas’ud  meminta masyarakat untuk tetap tenang, waspada dan mengikuti pola hidup sehat disamping mengenakan masker di lokasi keramaian.
Masyarakat tidak perlu panik meskipun masker mulai langka.

Kegiatan bagi-bagi masker ini menurutnya  tindaklanjut dari hasil pertemuan Selasa sore tadi, “Ini membuktikan kepedulian Pemerintah Kota Balikpapan untuk membagikan masker secara gratis kepada warga yang memerlukan, terkhusus untuk tempat umum. Masker tidak kosong, tentunya kita membagi karena kita ada  sekitar 90 ribuan stok masker yang kita bagi didua tempat. Pertanma di Balikpapan Super Blok (BSB) dan Plaza Balikpapan dengan waktu bersamaan,” jelasnya.

Ditanya mengenai perkembangan 4 suspect, menurut makin membaik. Dia berharap agar hasil observasi 4 pasien ini negative sehingga masyarakat tidak makin panic. “Alhamdulillah sampai sekarang pasien yang suspect membaik, dalam keadaan sehat. Mudah -mudahan sehat, dan kembali normal. Kita imbau masyarakat jangan panik percayakan kepada Pemerintah, informasi harus satu pintu, melalui Dinas Kesehatan, atau Pak Wali dan Wawali untuk mengetahui perkembangan yang viral, bukan hanya di Indonesia dan dibelahan dunia,” tukasnya. (mh/gk)