PASER, Gerbangkaltim.com – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Paser menggelar sosialisasi kelangsungan hidup sehat ibu, bayi dan dan anak, kepada kader PKK dan Posyandu di Kecamatan Muara Komam, Senin (16/03/2020).

Kepala DP2KBP3A Paser Hadijah mengatakan sosialisasi tersebut diberikan dalam rangka memberikan pengetahuan kepada kader PKK dan Posyandu tentang kelangsungan hidup yang sehat pada ibu dan anak.

“Tujuannya dalam rangka membangun keluarga yang sehat dan berkualitas, karena mengingat masih adanya kasus kematian ibu dan bayi saat melahirkan,” kata Hadijah.

Hadijah menilai jika seorang perempuan memiliki pengetahuan yang cukup tentang merawat bayi dan anak, maka angka kematian pada anak dapat ditekan.

Seorang perempuan kata Hadijah harus menghindari 4T yaitu terlalu muda untuk hamil, terlalu tua untuk hamil, terlalu banyak anak, dan terlalu dekat jarak kehamilan

Dokter spesialis anak pada Rumah Sakit Umum Daerah Panglima Sebaya Tanah Grogot dr. Saifuddin menilai perempuan sudah seharusnya sejak dini mempersiapkan gizi calon anaknya sebelum ia hamil.

“Misal ketika dia remaja menyiapkan pendidikan dan pengaturan bagaimana gizi yang baik pada saat hamil,” ujarnya.

Perhatian ibu kepada anaknya kata Saifuddin juga pada gizi anak. Ia menekankan pentingnya bagi kader PKK dan Posyandu memberikan pemahaman tentang stunting atau gizi buruk.

“Sejak hamil sampai usia 2 bulan gejala stunting ini sebenarnya bisa dicegah,” kata Saifuddin.

Saifuddin menerangkan terdapat beberapa ciri-ciri atau gejala stunting yang bisa dicegah oleh ibu sejak dini.

“Misalnya ada kecendrungan berat badan tidak naik, ini bisa kita waspadai dengan memberikan asupan gizi yang cukup,” katanya.

Lanjut ia mencontohkan bayi yang normal yakni jika anak bisa tegak kepalanya saat diberi makan dan tidak menolak saat diberi makan.

Pada saat menjadi ibu pun harus rutin melakukan penimbangan berat badan anak sampai 5 tahun dan memperhatikan pola makan anaknya.

“Jangan terlalu banyak mengkonsumsi susu formula karena umur 6 bulan harus diberikan ASI yang cukup. Atur juga jadwal makan yang baik,” jelas Saifuddin. (Ada / MC Kominfo Paser)