Pengalaman Mengajar Siswa Secata Online

Oleh : Dende Bida Asmarawati, S.Pd.SD

TAK dipungkiri wabah COVID-19 telah meluluhlantakkan tatanan kehidupan. Tidak hanya di negara asalnya, di beberapa Negara Eropa dan Asia pun tak kalah parah terkena dampaknya, tak terkecuali Indonesia. Virus ini sudah menjadi pandemi yang membuyarkan semua  bidang kehidupan termasuk bidang pendidikan.

Kehawatiran atas penyebaran COVID-19 membuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makariem merasa penting  melakukan upaya pencegahan dan meminimalisir penyebarannya dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 3 tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) pada semua satuan tingkat pendidikan, mengingat lembaga pendidikan menjadi tempat berinteraksi antara guru dengan siswa.

Menindak lanjuti Surat Edaran tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser telah menerbitkan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: B/421.1/559/PSD.4.1/Ill/2020.

Salah satu point dalam Surat Edaran tersebut adalah Sekolah  menyiapkan materi pembelajaran dan melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) dengan memberikan tugas-tugas pembelajaran di rumah atau melaksanakan PBM melalui jarigan internet/online/dalam jaringan (daring).

Pada kesempatan ini penulis ingin membagikan pengalamannya melaksanakan proses PBM secara online di  Sekolah Dasar Negeri  004 Tanah Grogot selama sepekan sejak kebijakan ini diberlakukan.

Bagi guru tentu sudah merasakan kesan-kesan  selama kegiatan PBM online ini berjalan, termasuk juga peserta didik maupun  orang tua yang menggantikan peran guru mengawasi, membimbing dan mengajar langsung kepada putra putri mereka.

Salah satu sisi positif PBM adalah meningkatnya  quality time antara orang tua dan putra putri mereka di rumah. Namun tak sedikit  pula orang tua yang mengeluh karena menjadi lebih sibuk setelah PBM diberlakukan.

Proses belajar-mengajar secara online sebenarnya bukan hal yang asing di era teknologi sekarang ini. Namun bagi peserta didik di SDN 004 Tanah Grogot khususnya, PBM bukan hal mudah karena selama ini mereka mengikuti pembelajaran di kelas dengan tatap muka secara langsung.

Salah satu langkah awal memulai PBM, di kelas enam misalnya, adalah dengan membentuk group di aplikasi whatsApp (WA) yang pesertanya adalah anak didik dan beberapa orang tua.

Semua pembahasan pelajaran dan tugas di sampaikan melalui aplikasi tersebut termasuk kegiatan komunikasi, interaksi dan presentasi.

Melalui aplikasi itu guru bisa memantau keaktifan peserta didik seperti bertanya, menyampaikan pendapat atau mengkomunikasikan hasil karyanya serta melakukan refleksi ( MIKiR ) bersama teman-teman sekelas dan guru.

Hal ini sesuai dengan Praktik Program Pintar dari Tanoto Fondation yang telah memberikan pelatihan keterampilan belajar aktif kepada guru-guru di Tanah Grogot.

Namun dalam prakteknya PBM online juga mengalami kendala. Sebagai contoh,  tidak semua peserta didik dapat mengikuti secara bersamaan karena alasan handphone masih di kendalikan orang tua di tempat kerja.Perlu diketahui bahwa setiap harinya kegiatan diikuti maksimal 18 atau 20-22 peserta didik dari jumlah total 27 orang.

Pembelajaran secara online yang dilakukan guru kelas enam SDN 004 Tanah Grogot berjalan cukup lancar, walaupun tentu ada kelebihan dan kekurangannya.

Seperti pada saat  pembelajaran membahas materi tema sembilan muatan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan focus pembelajaran pada Kompetensi Dasar ( KD ) 3.7: Menjelaskan sistem tata surya dan karakteristik anggota tata surya  sepaket dengan KD 4.7 : Membuat model sistem tata surya.

Demi memberikan contoh yang konkrit kepada peserta didik tentang materi susunan tata surya, wali kelas enam menyiapkan materi bacaan,video pembelajaran, alat dan bahan, kemudian membuat model terlebih dulu dirumah.

Materi bacaan , alat-alat dan bahan, selain di sebutkan dalam petunjuk yang di kirimkan melalui file word, juga difoto/divideo lalu di kirim ke group.

Demikian juga proses pembuatan model tata surya, langkah demi langkah di sertai penjelasan dan foto, sehingga peserta didik dapat melakukannya dengan aktif secara mandiri.

Komunikasi dan interaksi dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dalam group, selain di ikuti oleh peserta didik, juga dapat dipantau oleh orang tua di rumah.

Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, guru tetap berada di depan Laptop atau dengan mengkondisikan handphone tetap di tangan agar dapat menjawab atau menanggapi jika ada pertanyaan dari peserta didik.

Guru tidak bosan memberikan motivasi dan bertanya perkembangan kegiatan belajar peserta didik sampai sejauh mana kegiatan belajar mereka.

Sebagai bukti guru meminta foto /video kegiatan belajar yang mereka lakukan di rumah, dari mulai persiapan alat dan bahan, sampai pada kegiatan pembuatan model tata surya berlangsung.

Dalam hal ini dukungan dari orang tua untuk membantu menyiapkan segala sesuatunya sangat penting guna berjalannya pembelajaran secara online.

Dengan selalu mempertimbangkan kondisi social distancing dan stay at home yang sedang diupayakan untuk memutus rantai penyebaran virus corona covid-19 saat ini ,guru memberikan penugasan membuat model tata surya dilakukan flexible menggunakan bahan yang ada di lingkungan rumah.

Seperti kardus bekas, koran bekas atau kertas-kertas tidak terpakai, tepung beras atau nasi yang di lembutkan dan pewarna makanan atau pewarna lainya, hal ini untuk mengcegah agar peserta didik dan orang tua tidak keluar rumah atau bepergian mencari bahan-bahan.

Komunikasi secara online terus dilakukan selama kegitan pembelajaran. Pertanyaan atau usulan peserta didik disampaikan melalui group WhatsApp.

Peserta didik melakukan tiap langkah demi langkah pembuatan model tata surya sesuai petunjuk guru. Guru terus memantau untuk memastikan jalannya kegiatan belajar.

Interaksi dan presentase hasil karya disampaikan  pserta didik dengan mengirimkan foto atau video tiap-tiap langkah kegiatan pembuatan model tata surya, mulai dari membuat adonan tepung beras denga kertas atau koran bekas, membuat bola-bola model planet, membuat bidang lingkaran dari kardus bekas, menggunting, mengukur dan mengukir garis orbit pada bidang lingkaran ,penyusunan bola-bola planet pada garis edarnya hingga terbentuk model susunan tata surya.

Belajar online tidak membekukan kreatifitas mereka selama guru dan orang tua dirumah saling bersinergi memberi dukungan. Peserta didik berantusias mengikuti tahap demi tahap.

Tidak jarang mereka mengirim foto kegiatannya berulang-ulang walaupun kegiatan belajar online ini adalah kali pertama mereka lakukan, nampaknya kreatifitas guru di sini sangat berperan sebagai pemantik obor minat belajar peserta didik.

Makin besar pemantiknya, makin besarlah obornya menyala, Sesuai dengan instruksi pemerintah pada surat edarannya, yaitu “ bekerja dan belajar di rumah “ , bukan libur.

Virus corona memang menakutkan dan mengakibatkan semua orang terisolasi, namun ide dan kretifitas tidak boleh berhenti. (****)

Penulis :  Guru SDN 004 Tanah Grogot