PASER, Gerbangkaltim.com -Dua hari setelah lebaran, suasana di pusat perdagangan Plaza Kandilo Tanah Grogot belum terlihat aktivitas jual-beli. Dari pantauan di lokasi, Rabu (27/5) masih banyak kios yang belum buka. Baik di lantai satu , dua maupun dua.

Dari pengakuan beberapa penjual di Plaza Kandilo mereka mengeluhkan sepinya omset penjualan sejak Pandemi COVID-19 hingga lebaran Idul Fitri seperti kata Rahmadi penjual baju di Plaza Kandilo.

Rahmadi, penjual di Plaza Kandilo yang terkena dampak COVID-19

Ia mengatakan selama Ramadan hingga lebaran omset penjualannya turun.

“Di awal puasa sampai sekarang ini baru tiga pakaian yang laku,” Ujar Rahmadi yang telah berjualan sejak 2004 di Plaza Kandilo.

Sama dengan Rahmadi, Muji pun mengeluhkan kondisi yang sama.
Menurut Muji dibandingkan tahun kemarin penjualannya turun tujuh puluh lima persen apalagi setelah ada COVID-19.

Muji, pedagang Plaza Kandilo lain yang juga terkena dampak COVID-19

“Omset hanya dua puluh lima persen yang didapat,” kata Muji.

Dia terpaksa membuka kios meskipun masih sepi, karena pendapatannya hanya berasal dari berjualan di Plaza.

“Kalau ada penghasilan di lain kami juga tidak buka, tapi karena hanya dari sini, ya gimana lagi ?” ujar Muji.

Sementara Kepala Unit Pelaksanan Teknis Daerah (UPTD) Plaza Kandilo Arsyad mengatakan dua hari setelah lebaran hanya sekitar lima puluh kios yang sudah buka. Sementara jumlah kios yang ada sekitar empat ratus dua belas.

“Di lantai satu sekitar lima puluh kios, lantai dua dan lantai tiga sekitar sepuluh kios yang buka,” kata Arsyad.

Menurut Arsyad dibandingkan tahun lalu Plaza Kandilo saaat ini sepi.

“Paling cepat mereka buka pukul 10.00 WITA di kondisi ini, paling yang buka sekitar 1-2 toko di bagian depan,” kata Arsyad.

Suasana Kandilo Plaza di masa pandemi COVID-19, Rabu (27/5/2020)

Dia juga mengakui omset pedagang turun hampir lima puluh persen.

“Biasanya kalau sudah setengah bulan sebelum lebaran sudah ramai. Saat ini ramainya Cuma empat hari sebelum lebaran itu”, ujar Arsyad.

Karenan sepinya omset penjualan akibat dampak Pandemi COVID-19 atas permintaan para pedagang kata dia, mereka meminta keringanan kepada Pemerintah Daerah untuk memberikan kebijakan memberikan subsidi sewa selama tiga bulan, yaitu bulan Mei, Juni, dan Juli.

“Permintaan itu sudah kami sampaikan ke DPRD dan Pemerintah Daerah tinggal menunggu persetujuan dari Bupati,” kata Arsyad.

Namun itu hanya subsidi sewa bukan retribusi harian dan listrik maupun air.

“Retribusi harian tetap jalan,” kata Arsyad.