BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com – Grab, hari ini meluncurkan program #TerusUsaha yang dibuat khusus untuk membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kota Balikpapan. Program ini dibuat sebagai beradaptasi dan berkembang digitalisasi ditengah situasi pandemic yang belum selesai.

Program ini mencakup berbagai inisiatif akselerasi khusus untuk melatih dan meningkatkan keterampilan UMKM, serta iklan gratis untuk membantu mereka meningkatkan visibilitas secara online sehingga dapat meningkatkan penjualan.

Grab juga meluncurkan microsite yang dirancang khusus bagi UMKM untuk memberikan tips dan juga pengetahuan lainnya agar mereka dapat mengembangkan bisnisnya. Program ini juga dirancang khusus untuk mendukung program #BanggaBuatanIndonesia milik pemerintah. Apalagi,  UMKM dan pekerja di sektor informal menjadi tulang punggung ekonomi Balikpapan.

Berdasarkan riset Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, gig worker di empat layanan yakni GrabBike, GrabCar, GrabFood, dan GrabKios secara keseluruhan berkontribusi sebesar Rp 235 miliar pada perekonomian Balikpapan di tahun 2019.

Di sisi lain, menurut data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Balikpapan tahun 2019, dari 22.853 UMKM di Balikpapan tercatat 85% UMKM merupakan usaha mikro.

Melihat hal ini, kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan UMKM terutama bisnis kecil untuk bisa beradaptasi dan berkembang menjadi penting, agar ketangguhan ekonomi kota Balikpapan dapat terjaga.

Head of East Indonesia, Grab Indonesia  Halim Wijaya mengatakan, selain sektor minyak dan gas, perekonomian kota Balikpapan juga ditopang oleh UMKM. Dengan situasi Indonesia yang semakin bergantung pada kemampuan digital, UMKM Balikpapan harus merangkul teknologi dan melakukan digitalisasi atau mereka akan tertinggal.

“ Program #TerusUsaha merupakan salah satu langkah konkret yang sejalan dengan misi GrabForGood, untuk meningkatkan kemampuan, kapasitas dan jangkauan  bagi UMKM dan juga individu dalam menyambut masa depan ekonomi digital,” katanya dalam vicon bersama dengan Kepala Perindustrian dan UMKM Provinsi Kaltim, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Stella Kusumawardhani, M. IDEc, Economist, Tenggara Strategics, dan Pemilik UMKM AUS Kah Balikpapan Erwin Ansari dan  Media, Selasa (7/7/2020).

Lanjut Halim, program ini juga diciptakan untuk mendukung program #BanggaBuatanIndonesia untuk memajukan pertumbuhan UMKM & Ekonomi Kreatif di tengah pandemi COVID-19.

Related Post

“Kami percaya bahwa inilah saatnya bagi UMKM Balikpapan untuk maju dengan inovasi dan saling menginspirasi untuk dapat bertahan dan bangkit.” ucapnya

Menurut Halim, gotong royong adalah semangat yang diperlukan untuk bisa tetap berjuang ditengah pandemi.  Pihaknya juga menghadirkan Laporan Dampak Sosial Personal yang bisa diakses di aplikasi Grab, untuk melihat kontribusi yang sudah diberikan pengguna Grab bagi UMKM Indonesia.

“Paduan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan daya saing yang tinggi dapat mempercepat pemulihan ekonomi. Grab mengambil bagian dengan memanfaatkan teknologi dan jangkauan kami untuk bisa mendukung semua orang secara inklusif. Kami akan terus berupaya agar wirausahawan mikro atau bisnis sekecil apa pun mampu beradaptasi dalam era tatanan baru dan mempertahankan mata pencaharian mereka. Mari bersama ubah susah menjadi peluang dengan Terus Usaha,” kata Halim.

Pada kesempatan sama, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Timur Fuad Assadin  menyambut baik program #TerusUsaha dalam memajukan UMKM di wilayahnya.

“UMKM ini luar biasa. Biarpun skalanya mikro dan kecil, UMKM bisa membuka peluang dan lapangan kerja baru untuk masyarakat di Kalimantan Timur. Program Grab untuk mendigitalkan UMKM ini diharapkan bisa membuat UMKM di Provinsi Kalimantan Timur tidak ketinggalan dan punya daya saing yang lebih kuat,” katanya.

Selain kesiapan dalam sisi bisnis, pelaku usaha juga harus siap menghadapi ‘new normal’ dengan semua orang yang akan lebih sering berbelanja secara online. “Saya mengucapkan selamat atas peluncuran program #TerusUsaha, serta berharap melalui inovasi dari Grab ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di situasi era tatanan baru.” Ujarnya mewakili Gubernur Isran Noor.

Walikota Balikpapan, menyampaikan apresiasinya untuk Grab dan mengungkapkan, “Program #TerusUsaha yang dihadirkan oleh Grab sejalan dengan inisiatif pemerintah kota di era tatanan baru dalam membangun perekonomian di Balikpapan.

Menurut data Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan, 59.685 dari 300.974 orang yang bekerja pada Agustus 2019, termasuk dalam kategori pekerja yang melakukan usaha sendiri.

“ Menjadi pelaku gig economy bukan berarti menjadi pekerja santai tanpa harus mengikuti aturan yang ada. Pelaku gig economy harus menciptakan aturan dan kedisiplinan mereka sendiri. Etos kerja harus selalu terjaga sewaktu menjalankan usahanya masing-masing. Kehadiran platform teknologi seperti Grab, harus dimanfaatkan para pelaku UMKM agar mereka bisa lebih besar dan maju,” kata Rizal. (mh/gk)