PASER, Gerbangkaltim.com – Satu hari setelah Hari Raya Idul Adha aktivitas penyembelihan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Tanah Grogot masih berlangsung. Bahkan, jumlah hewan kurban yang dipotong lebih banyak dari pada jumlah hewan yang dipotong pada saat Hari raya Idul Adha.

Seperti yang terlihat pada Sabtu (1/8) di Kantor RPH, sekelompok masyarakat terlihat hilir mudik mengantar hewan yang akan dipotong maupun mengangkut daging kurban yang siap dibagikan kepada masyarakat.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser drh Habib mengatakan pada hari Raya Idul Adha ini, pihaknya menyarankan kelompok masyarakat maupun panitia masjid agar pemotongan hewan kurban dilakukan di RPH.

“Tujuannya untuk menghindari kerumunan massa. Apalagi saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19. Selain itu, kami bisa dengan mudah mengawasi kesehatan hewan-hewan kurban,” kata Habib.

“Untuk biaya kita memiliki Perda tentang distribusi pelayanan pemotongan hewan sebesar Rp65 ribu,” ujarnya.

Related Post

Sementera itu H. Muhammad Sabri Husein, Ketua Umum Badan Pengelola Masjid Agung Nurul Falah yang menggunakan jasa pemotongan hewan kurban di RPH mengatakan bahwa pihaknya mengikuti anjuran pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Bendahara badan pengelola masjid Agung Nurul Falah H. Bahriansyah mengatakan untuk biaya pemotongan, retribusinya 1 ekor sapi Rp. 66.000 ditambah upah pekerja Rp. 300.000.

drh. Desy Susanti menjamin hewan kurban yang dipotong di RPH sehat dan layak dikonsumsi. Bukan hanya dagingnya saja, organ dalam hewan seperti hati, paru-paru dan limpa juga turut diperiksa kesehatannya.

“Kami pastikan selama pemotongan kurban di RPH, daging dalam keadaan sehat dan higienis serta layak dikonsumsi masyarakat,” ucapnya. (ADV/MC Kominfo Paser)