PASER, Gerbangkaltim.com – Komisi Pemilhan Umum (KPU) Kabupaten Paser melakukan sosialiasi secara intens kepada pemilih pemula melalui daring (online) mengingat kondisi saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Kita dibatasi pandemi covid-19 sehingga kami tidak dapat melakukan sosialiasi secara tatap muka”, kata Ketua KPU Paser Abdul Qayyim Rasyid, Rabu (26/08/2020).

Qayyim mengatakan sosialisasi ke sekolah-sekolah belum bisa dilaksanakan di saat kondisi masih dalam masa pandemi. Untuk menyiasati itu, pihaknya memanfaatkan berbagai platform media misalnya media sosial sebagai wadah sosialisasi.

Sebelumnya, lanjut Qayyim, KPU telah meminta kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), untuk membuat media sosial masing-masing.

“Kami menginstruksikan jajaran kami tingkat PPK, PPS, untuk membuat media sosial sehingga dapat menyosialisasikan tahapan Pilkada kepada masyarakat”, ujar Qayyim.

Qayyim berharap berharap pemilih pemula dapat mengikuti tahapan Pilkada melalui media sosial KPU. Ia berharap pemilih pemula turut aktif mengikuti tahapan Pilkada.

“Kami harap mereka tidak apatis (cuek) dan ikut berperan aktif. Karena pada Pilkada ini mereka memiliki hak untuk memilih,” harap Qayyim.

KPU Paser saat ini masih merekap keseluruhan jumlah pemilih pemula. jumlah pastinya, akan diketahui melalui Daftar Pemilih Sementara (DPS).

“Saat di DPS baru bisa kita  hitung berapa persen pemilih pemula dan berapa jumlah dari dpp”, ucap Qoyyim.

Komisoner KPU Paser Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Dyah Elly Kusrini mengatkan sebelum Covid-19, pihaknya telah jauh hari melakukan sosialisasi tahapan Pilkada kepada pemilih pemula.

“Sebelum pandemi covid-19, KPU Paser mengundang beberapa pemilih muda kategori anak sekolah untuk diberikan penjelasan terkait pemilukada ini,” sebutnya.

Ia mengatakan pada akhir bulan Agustus ini, KPU Paser baru akan mengetahui jumlah pasti pemilih pemula.

“Ini masih dalam tahap rekapitualasi, sampai perhitungan di Kabupaten nanti akhir bulan (Agustus) dapat kita lihat asumsi jumlah usia muda,” ujar Dyah. (Dit/Jya)