BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com — Setalah berkiprah 20 tahun, perusahaan lokal Balikpapan yang bergerak dirental kendaraan pendukung tambang akhirnya melantai di Bursa Efek Indonesia, Kamis pagi (27/8/2020).

PT Transkon Jaya Tbk, menjadikan hari Kamis ini sebagai hari bersejarah karena perusahaan penyewaan kendaraan LV yang berbasis di Balikpapan ini resmi menjadi perusahaan tercatat ke700 di BEI. Diperdagangkan dengan kode saham “TRJA”, Perseroan melepas sebanyak 375.000.000 saham atau setara dengan 24,83% saham yang dilepas ke masyarakat dengan harga Rp250,- per sahamnya.

Sehingga total dana hasil IPO yang diperoleh TRJA sekitar Rp93,75 miliar yang akan digunakan untuk pengembangan usaha Perseroan dengan melakukan pembelian kendaraan baru dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja.

Selama masa penawaran umum yang berlangsung pada tanggal 14, 18 dan 19 Agustus 2020, saham TRJA banyak diminati oleh masyarakat dengan adanya kelebihan permintaan kurang lebih sebanyak 82,68 kali dari porsi penjatahan terpusat (pooling) saham yang ditawarkan kepada masyarakat.

Perseroan yang berdomisili di Balikpapan ini telah bergelut di bisnis penyewaan kendaraan LV selama hampir 20 tahun di Kalimantan. Selain itu Perseroan juga mempunyai bisnis penyedia layanan jaringan internet yang menyasar wilayah terpencil di wilayah Kalimantan dengan fokus pelanggan dari sektor korporasi maupun retail.

Direktur Utama Perseroan Lexi Roland Rompas mengatakan  dengan menyandang status sebagai perusahaan terbuka akan menjadikan Perseroan untuk selalu menerapkan prinsip good corporate governance dalam setiap langkah yang diambil.

“ Diharapkan dengan menjadi perusahaan terbuka, Perseroan dapat memanfaatkan kesempatan untuk berkembang dan tumbuh menjadi lebih besar yang tentunya dengan dukungan masyarakat sebagai salah satu pemegang saham Perseroan,” ujarnya.

Meskipun kondisi perekonomian nasional melesu sebagai akibat pandemi Covid-19, Perseroan tetap optimis bahwa bisnis penyewaan kendaraan LV masih memberikan kontribusi positif bagi pemegang saham dan para pemangku kepentingan.

Pihaknya menargetkan penambahan wilayah baru di luar Kalimantan khusus di Sumatera dan Sulawesi. Saat ini baru melayani Martabe (Sumut), Sulawesi (Konawe dan Toka Tidung). Bahkan kata Lexi, Rabu malam (26/8/2020) baru saja mendapatkan proyek baru di pulau Halmehara.

“Ini merupakan penambahan asset sekitar 45 miliar nntuk transkonjaya. Ini berita baik bagi investor dan PT Transkon Jaya bahwa bisa menempatikan satu titik di peta Indonesia sebaran unit kami di Indonesia,’ ujar dalam rilis virtual kepada media Kamis siang (27/8/2020)
Sementara Sekretaris Perusahaan Alex Syauta mengatakan modal perusahaan sejak 2017 hingga 2019 terjadi peningkatan, sehingga perusahaan layak untuk diinvestasikan.

Alex menyebutkan ebberapa alasan yang  bisa menjadi sentimen positif memberikan angin segar bagi investor.

“Tengah pandemic ini, perpindahan IKN ke Kaltim tentu akan mendorong sector bisnis ytrutama penggunaan tranportasi. Kendaaan kami pertama yang masuk,” ujarnya.

Selain itu pasar tambang masih sangat tinggi dengan melihat peta enerigi nasional penggunaan batu bara masih sangat tinggi.

“Batu bara masih berkelanjutan hingga puluhan sehingga kelanjutan bisnis masih terjamin,” ucapnya.

Selain itu, penggunaan energy biodiesel,  lini bisnis PT Trnaskon Jaya salah satunya internet service provider  terutama di perkebuhan kepala sawit.” Ini akan tingkatkan penggunaan intenet service provider i  bagi usaha perkebunan yang produksi berkembang. Sehingga bisns kami diuntungkan dengan penigkatan bisnis perkebunan sawit,” tandasnya.

Meski ekspansi usaha terus dilakukan di luar pulau Kalimantan, namun diakui Alex, perusahaan sejauh ini dari 2100 unit kendaraan yang digunakan perusahaan batu baru sekitar 1700 unit berada di pulau Kalimantan.

“Pendapatan kami operasinal kami besar di Kalimantan khusus Berau sumbangsih paling besar pendapatan kami. 1700 unit ada Kalimantan, diluar pulau Kalimantan ada di Batu Hijau NTB.  Sebagai pemain lokal keunggulan kami miliki jangkau ke daerah pelosok kemampuan jangkau kami seluruh Indonesia, daerah pelosok kami bangga  ranah kami bukan perkotaan tapi terpencil yang susah dijangkau kendaraan umum,” bebernya.

Dia juga mengklaim perusahaan memiliki akses sumber dana murah yang berasal dari Asia Timur khusus Jepang  dengan sumber pendanaan cukup murah. “Sehingga nilai berbeda, biaya kami tawarkan lebih murah dibandingkan perusahaan rental umum.Akses ini bisa danai sekian banyak kendaraan.  Dan pandemic kita tidak lakukan restrukturisasi, arus kas kami sehat, biaya operasinal juga,” tukasnya. (mh/gk)