Jembatan Di Perbatasan Kaltim Kalsel Dibangun, Masyarakat Berharap Jaringan PLN Segera Dipasang

PASER, Gerbangkaltim.com – Pembangunan jembatan Sei Mului di Desa Swan Slutung Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser, memiliki dampak pada peningkatan perekonomian masyarakat desa setempat. Desa di kecamatan berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Selatan ini diharap dapat meningkat kesejahteraannya setelah dibangun infrastruktur yang menunjang kehidupan mereka.

Hal tersebut diutarakan Camat Muara Komam Abdul Rasyid. Menurutnya, jembatan yang baru saja diresmikan Sekretaris Daerah Kabupaten Paser Katstul Wijaya pada Kamis (27/08/2020) lalu, mempermudah akses transportasi sekaligus meningkatkan aktivitas perekonomian masyarakat setempat.

“Jembatan Sei Mului sangat dibutuhkan masyarkat Desa Swan untuk mendukung transportasi dan perekonomian masyarakat,” kata Abdul Rasyid, Sabtu (29/08/2020).

Rasyid berharap dengan adanya jembatan ini dapat dimanfaatkan warga desa untuk penghubung antar desa dalam mengakses perekonomian, pertanian, pendidikan.

Jembatan Sei Mului mulai dibangun pada tahun 2019, namun karena pandemi Covid-19, jembatan tersebut baru dapat diresmikan tanggal 27 Agustus 2020.

Anggaran pembangunan jembatan itu dialokasikan dari dana alokasi khusus reguler tahap akhir tahun 2019.

“Pembangunan jembatan Sei Mului dilaksanakan tahun 2019 dan telah dimanfaatkan warga, awal tahun 2020,” kata Camat Muara Komam Abdul Rasyid.

Rasyid menambahkan selain untuk mendukung transportasi dan perekonomian masyarakat Desa Swan Slutung, keberadaan jembatan yang baru juga dapat mendorong pemasangan jaringan PLN di desa tersebut.

Diketahui bahwa dari 11 desa di Kecamatan Muara Komam, hanya tersisa Desa Swan Slutung yang belum teraliri jaringan PLN.

“Kedepan dengan adanya jembatan ini, kita sangat berharap dapat mendukung terwujudnya Jaringan PLN ke desa Swan Slutung,” ujar Rasyid.

Kepala Desa Swan Sulutung Hasan mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Paser atas pembangunan jembatan tersebut.

“Terima kasih kepada Pemerintah terutama Dinas Pekerjaan Umum (PU) atas jembatan ini,” Kata Hasan.

Menurut Hasan jembatan itu menghubungkan 2 desa yaitu Desa Longsayo dan Desa Mului. Sehingga keberadaan jembatan sangat membantu perekonomian masyarakat. Apalagi akses di jalan itu satu-satunya jalan yang dilewati masyarakat.

“Jembatan sebelumnya terbuat dari kayu, 2016 runtuh. Dengan program pemerintah, tahun 2019 alhmadulillah pembangunan nya tercapai,” kata Hasan.

Hasan berharap usulannya kepada Pemkab Paser untuk pembangunan jembatan lain di desan itu agar dapat direalisasikan pada tahun 2021. (ADV/MC Kominfo Paser)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *