Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Upaya Pertamina untuk membantu pengembangan UMKM di Kalimantan Timur terus dilakukan. Sebanyak 25 Mitra Binaan mendapatkan bantuan pinjaman modal usaha senilai Rp. 3,6 miliar. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di Kantor Pertamina MOR 6, Rabu (09/09).

Ely Andayanti, salah satu penerima bantuan pinjaman modal ini akan digunakan untuk pemgembangan variasi produk. “Bantuan modal ini rencananya akan saya gunakan untuk penambahan produk makanan dan bumbu kering” ujarnya. Dia mengembangkan usahanya dibawah bendera RSA Trading Co.

Ely yang mengembangkan usaha penjualan makanan ringan dan souvenir tradisional mengatakan bahwa dia memulai usahanya sejak tahun 2013. “Pertama-tama saya menjual produksi kacang telur dan kacang bumbu dan saya titipkan di kios-kios kaki lima” katanya. Namun sayang, usaha awalnya itu kurang berhasil. “Usaha ini merupakan tidak lanjut karena kompetitor ada menjual barang dengan harga yang sama” ujarnya.

Walaupun usaha pertama tidak berhasil, Ely terus mencoba mengembangkan usahanya dengan menambah varian produk yang dipasarkan. “Tahun 2014 saya mulai mengembangkan makanan ringan seperti makanan ringan macaroni, keripik pisang, jagung ceper, cimi-cimi keju, kuping contong, kedelai, kacang koro, polong, stik pedas.” jelasnya.

“Awal saya jual dengan harga 10 ribuan rupiah dan ternyata produk-produk tersebut 70% kembali. Akhir 2014 saya ganti strategi dengan menjual dengan harga antara Rp 20 ribu s.d Rp 40 ribu dan kemudian menambah varian. Respon pasar ternyata lebih baik” katanya.

Tidak berhenti di usaha makanan, tahun 2015 Ely mulai merambah ke bisnis merchandise. “Saya mulai memasarkan gantungan kunci, kaos, tempelan kulkas (kayu dan karet), produk-produk traditional serta macam-macam gelang kayu” ujarnya. Untuk mendukung program go green, Ely kemudian mengembangkan produk sedotan bamboo dan goodie bag kanvas untuk pengganti plastik belanja. “Market sudah masuk ke gallery di airport Balikpapan, Denpasar, Surabaya, Banjarmasin, Makassar, Manado, Berau, Samarinda dan Medan” katanya.

Tantangan sebagai pengusaha, menurut Ely tetap akan ada. “Alhamdulillah semua berjalan lancar sampai dengan akhir 2019. Tantangan terbesarnya keterlambatan pembayaran sehingga banyak piutang numpuk. Semester pertama 2020 pengembalian produk banyak sekali dari reseller.” katanya. “Saya harus terus mengembangkan pasar. Kedepan saya berharap 90% pemasaran dilakukan secara offline, namun saya harus segera masuk pasar online dan publish di marketplace” katanya.

Ely yang mendapatkan informasi program kemitraan Pertamina dari rekan seorganisasinya mempunyai mimpi punya one stop shopping place. “Saya berharap punya one stop shopping place untuk produk camilan dan merchandise lokal seperti produksi roti atau baklava dan t-shirt tematiknya nasionalis” harapnya.

Proses pengembangan usaha juga dirasakan oleh mitra binaan Pertamina lainnya. Dhino Nofian Abdhi mengembangkan rumah Makan Bebek dengan merek Pak Ndut. Usaha kuliner yang dijalankannya ini sudah berjalan 5 tahun. “Saya sedang berusaha untuk membangun sistem restoran dan jaringan.” ujarnya. “Dan bantuan pinjaman modal dari Pertamina akan saya gunakan untuk modal kerja dan perputaran” katanya.

“Pertamina kembali menyalurkan bantuan pinjaman modal kali ini merupakan program berkelanjutan yanng dilaksanakan oleh perusahaan” ujar Region Manager Comm, Rel & CSR Kalimantan, Roberth MV Dumatubun.”Periode Januari sd September 2020, Pertamina Region Kalimantan telah menambah 89 mitra binaan, sehingga penerima manfaat program kemitraan sejak tahun 1993 sampai saat ini menjadi 3.603 mitra binaan.” tambahnya.

Roberth mengharapkan agar bantuan pinjaman modal ini benar-benar dimanfaatkan untuk pengembangan mitra binaan. “Para mitra binaan harus saling berkomunikasi, karena sudah sama-sama menjadi mitra binaan. Kita berharap jejaring dan relasi antar mitra binaan terbangun dan syukur-syukur bisa saling menguatkan usaha masing-masing” harapnya.

Selain itu, dia juga mengharapkan agar bantuan pinjaman modal dapat terus mengerakkan perekonomian masyarakat. “Kita semua juga dapat turut berperan, dengan membeli produk-produk UMKM” ajaknya.

Umar, penerima bantuan pinjaman modal usaha yang mengembangkan usaha bengkel motor juga menyampaikan terima kasih atas program Pertamina. “Terimakasih untuk program CSR dari PT Pertamina, sangat membantu untuk bengkel-bengkel dalam keadaan pandemi seperti ini, disaat keuangan dan pendapatan bengkel menurun.” ujarnya. “Adanya program dari pertamina ini sangat membantu” katanya.

Program Kemitraan merupakan program pengembangan UMKM melalui bantuan pinjaman modal usaha. Adapun syarat untuk menjadi mitra binaan yaitu WNI, usaha minimal telah berlangsung 6 bulan, usaha penjualan per tahun maksimum 2.5 milyar rupiah, memiliki asset kekayaan bersih maksimum 500 juta rupiah, dan merupakan usaha milik sendiri, serta tidak berbadan hukum. (hms)