SAMARINDA, Gerbangkaltim.com – Penanggulangan bencana di Samarinda memang salah satu tugas pemerintah, dalam rangka memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat. Bentuk penanggulangan bencana itu bermacam-nacam. Mulai dalam bentuk penanganan pada saat terjadi bencana, hingga pasca bencana itu terjadi.

Namun, dari berbagai kegiatan penanggulangan bencana itu, ada kontribusi sejumlah relawan. Misalnya turut mengevakuasi masyarakat dari bencana, ikut memadamkan api, hingga melakukan penyelamatan dengan bertaruh nyawa, tanpa berharap imbalan atas nama kemanusiaan.

Melihat kepedulian dan ikhlasnya kerja-kerja relawan di lapangan, membuat Wakil Wali Kota Samarinda, M. Barkati mengambil sikap. Salah satu bentuk perhatiannya yaitu memberikan apresiasi berupa asuransi kesehatan, mengingat pekerjaan yang dilakukan berisiko tinggi.

“Mereka itu bekerja tidak digaji. Tulus, ikhlas menolong sesama, tanpa berharap imbalan. Jadi, tidak mungkin pemerintah hanya diam,” ujar Barkati, ditemui usai mengukuhkan Kampung Cegah Dini Penanggulangan Kebakaran Berbasis Masyarakat Kecamatan Samarinda Utara, Selasa (15/09) Pagi.

Menurutnya, bahwa tidak hanya memberikan asuransi, tapi beberapa fasilitas penunjang seperti sepeda motor yang dimodifikasi sebagai alat pemada kebakaran, nantinya akan  diberikan. “Di Samarinda ini banyak gang-gang kecil yang tidak bisa dilalui mobil pemadam kebakaran. Nah, sepeda motor yang dimodifikasi dengan alat pompa air inilah yang bisa menjangkau dan memadamkan api,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran (Damkar), Nursan menuturkan, mekanisme pemberian asuransi kesehatan ini diawali dengan pendataan relawan di masing-masing kelurahan. Di wilayah Kecamatan Samarinda Utara misalnya, saat ini sudah ada 25 organisasi relawan yang totalnya memiliki 199 personil.

“Nantinya kita data dulu, berapa jumlah relawan yang aktif dan mendapatkan asuransi kesehatan,” tegas Nursan.

Diketahui, melalui APBD-P Samarinda tahun 2020, pihaknya baru mengajukan anggaran asuransi untuk 1000 oranh relawan dahulu. Polanya nanti akan bertahap diberikan, sesuai dengan pendataan yang dilakukan di masing-masing keluarahan.  “Saat ini kami bertahap mendata di masing-masing kecamatan, sekaligus mengukuhkan Kampung Cegah Dini Penanggulangan Kebakaran Berbasis Masyarakat, yang sudah berjalan di 4 kecamatan,” paparnya.

Memang jika melihat kondisi Kecamatan Samarinda Utara,yang memiliki wilayah yang cukup luas, juga tak luput dari ancaman bencana kebakaran. Camat Samarinda Utara, Syamsu Alam menerangkan, bahwa beberapa titik di wilayah Samarinda Utara juga ada wilayah yang rawan-rawan terhadap bencana. Baik banjir, kebakaran hingga tanah longsor. “Di Jalan Pramuka itu rawan kebakaran. Tapi untungnya ada ratusan relawan yang tersebar di wilayah Samarinda Utara, sehingga jika ada bencana, mereka-mereka menjadi ujung tombak penanggulangan, selagi menunggu dinas terkait tiba di lokasi,” kata Syamsu.

Dengan adanya pengukuhan ini, ia berharap masyarakat lebih sadar dan terus waspada terhadap setiap ancaman bencana yang terjadi, bahkan tak jarang bisa memakan korban jiwa. (yul)