SANGATTA – Pjs Bupati Kutai Timur (Kutim) Moh Jauhar Effendi didampingi Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setkab Kutim Imam Sujono Lutfi menyambut hangat kedatangan sejumlah pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutim yang dipimpin Ibnu Djuraid, Selasa (13/10/2020). Saat bersilaturahim dengan Jauhar, Ibnu didampingi Sekretaris PWI Kutim Wardi beserta dewan pembina PWI Kutim Syafranuddin dan Joni Sapan, di Ruang kerja Bupati Kutim.

Jaihar yang mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kaltim itu mengaku sangat senang dengan silaturahim yang dilakukan kawan-kawan dari media cetak dan media online. Khususnya jurnalis yang tergabung di PWI, karena merupakan salah-satu organisasi kewartawanan yang diakui oleh Dewan Pers.

“Berbicara soal kewartawanan, saya sudah lama bergelut dengan kawan-kawan wartawan. Bahkan saya salut dan apresiasi terutama wartawan yang junior-junior itu. Sekarang sudah banyak yang jadi orang berhasil, seperti anggota DPR,” bebernya.

Jauhar menekankan agar wartawan yang tergabung dalam PWI Kutim dapat mengedepankan kaidah-kaidah jurnalisme. Mulai dari menulis berita yang “cover both side” atau berimbang, hingga melakukan konfirmasi pada setiap narasumber. Mengapa? Agar ketika berita muncul dapat benar-benar dipertanggungjawabkan.

Related Post

“Saya menyambut baik kedatangan dari wartawan-wartawan yang ada dalam PWI Kutim. Terlebih organisasi ini merupakan organisasi lama dan memiliki berbagai agenda yang bertujuan baik. Bagaimanapun wartawan adalah mitra kerja, memang jika orang jarang bertemu wartawan maka saat menghadapi sudah pasti kikuk,” ucapnya tertawa.

Sejauh ini para pejabat publik harus memahami peranan penting wartawan. Yakni menyampaikan informasi-informasi yang dibutuhkan oleh publik atau masyarakat luas. Tentunya informasi tersebut dapat benar-benar sesuai fakta di lapangan yang dikerjakan oleh wartawan sebagai penyaji berita.

“Jauh dari perihal penyebaran kabar tidak benar alias hoaks,” tegasnya.