PASER, Gerbangkaltim.com – Rumah Tahanan (Rutan) kelas II-B Tanah Grogot Kabupaten Paser Kalimantan Timur, terapkan metode baru untuk mencegah terjadinya antrean saat jam besuk.

Menurut Kepala Rumah Tahanan (Rutan) kelas II-B Tanah Grogot Kabupaten Paser Kalimantan Timur, Dawai, hal ini untuk mencegah antrean pembesuk Rutan Tanah Grogot telah menerapkan Sistem Informasi Terpadu Rutan Tanah Grogot (Sistertaro), sebuah aplikasi layanan publik berbasis Whatsapp.

“Dengan aplikasi ini pengunjung sudah terdaftar, jadi tidak perlu lama menunggu,” kata Dawa’i, Rabu (04/11/2020).

Dawa’i menjelaskan dengan menghubungi nomor 081256242277 di aplikasi Whatsapp, masyarakat akan mendapatkan nomor antrean kunjungan. “Setelah mendaftar pembesuk akan dapat nomor antrian,” ucap Dawa’i.

Sebelumnya kata Dawa’i Rutan Tanah Grogot menerapkan antrian manual untuk para pembesuk. Namun saat ini sistem itu sudah dirubah dengan Sistem Antrean Tombol (Satrio).

Related Post

“Dengan tombol ini pengunjung tidak perlu menunggu petugas memberikan kartu antrean, nanti tinggal menekan tombol, lalu dipanggil dengan pengeras suara,” jelas Dawa’i.

Selain layanan Sistertaro dan layanan Satrio, Rutan Tanah Grogot juga telah meluncurkan layanan Dashboard Kumham Update, untuk menampilkan berbagai macam informasi kegiatan Kemenkumham.

Kemudian ada layanan Nanoputo, sebuah kedai yang berada di lingkungan Rutan yang diperuntukkan warga binaan maupun petugas rutan.

“Pengelola kedai warga binaan rutan. Pembayarannya menggunakan uang elektronik berupa Kartu BRIZZI. karena rumah tahanan ini sepenuhnya bebas dari peredaran uang,” tegas Dawa’i. (Dit)