BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com – Dalam rangka memeriahkan peringatan hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober lalu serta Hari Cinta Puspa & Satwa Nasional yang diperingati setiap tanggal 5 November, Pertamina RU V lakukan simbolis penanaman 1000 bibit pohon mangrove di Kariangau, Sabtu (7/11).

Penanaman 1.000 pohon mangrove tersebut merupakan bagian dari total 3.500 bibit pohon yang ditanam di wilayah Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Selain penanaman mangrove, Pertamina RU V bekerjasama dengan LPPM ITB juga telah terlebih dahulu membuat demonstrasi plot (demplot) yang tersebar di wilayah Kariangau dan Margasari, sementara untuk wilayah PPU, pembuatan demplot dilakukan di kelurahan Penajam, Kampung Baru dan Nipah-nipah.

General Manager Pertamina RU V, Eko Sunarno menyampaikan bahwa penanaman mangrove danp pembuatan demplot tersebut sebagai upaya Pertamina RU V dalam menjaga kelestarian dan perlindungan kawasan pesisir Teluk Balikpapan dari potensi abrasi serta bahaya gelombang tinggi, serta lebih jauh untuk menjaga ekosistem alami satwa Bekantan.

Eko menyampaikan harapannya agar selain untuk melestarikan lingkungan, penanaman mangrove dan pembuatan demplot tersebut dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. “Kami mendukung upaya menjadikan kawasan Kariangau sebagai salah satu destinasi wisata mangrove baru di Balikpapan”. Bekerjasama dengan Kelompok Nelayan Semangat baru, diharapkan kegiatan ini tidak hanya sebagai upaya melestarikan lingkungan semata, namun mengingat kawasan mangrove juga merupakan habitat satwa bekantan diharapkan dapat semakin menunjang potensi pengembangan destinasi wisata di wilayah Kariangau”

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, yang diwakili oleh Sekretaris DLH, Tommy Alfianto menyampaikan apresiasinya terhadap program kepedulian Pertamina RU V terhadap pelestarian lingkungan di wilayah Balikpapan Barat yang sebagian besar merupakan daerah pesisir dan sangat rentan terkena dampak abrasi. “Selain kawasan Margomulyo, kami juga berharap kawasan jembatan ulin Kariangau dapat menjadi destinasi wisata mangrove baru di Balikpapan dan memberi manfaat maksimal untuk masyarakat sekitar”, lanjut Tommy.

Tommy juga menyampaikan harapannya agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan, serta semakin sadar untuk tidak membuang sampah ke laut. Karena potensi wisata akan dapat tercapai apabila lingkungan terjaga asri. (mh/gk)