Bupati Yahukimo Bantah Isu TNI-Polri Jadi Guru dan Nakes: Siap Mundur Jika Terbukti

Gerbangkaltim.com, Dekai – Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, S.H., membantah tudingan bahwa tenaga guru dan tenaga kesehatan (nakes) di wilayahnya berasal dari unsur TNI-Polri. Ia menegaskan bahwa rekrutmen tenaga pendidik dan medis dilakukan secara transparan sejak 2021, dan siap mundur dari jabatannya jika tuduhan tersebut terbukti benar.
“Jika ada bukti bahwa mereka adalah anggota TNI atau Polri, silakan tunjukkan kepada saya. Kalau benar, saya siap mundur dari jabatan Bupati,” tegasnya dalam konferensi pers di Dekai, Yahukimo, Minggu (23/03/2025).
Evakuasi Korban Penyerangan di Anggruk
Bupati Yahuli juga mengonfirmasi adanya penyerangan terhadap Puskesmas dan Sekolah YPK Anggruk pada Jumat, 21 Maret 2025, yang menyebabkan satu orang meninggal dunia, tiga luka berat, empat luka ringan, dan tiga lainnya selamat. Upaya evakuasi sempat tertunda akibat cuaca buruk, tetapi berhasil dilakukan Minggu (23/03/2025) menggunakan tiga helikopter TNI dan lima pesawat sipil.
“Kami turut berduka atas kepergian tenaga guru yang meninggal dunia. Semoga jasa dan pengabdiannya diterima di sisi Tuhan, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujarnya.
Klarifikasi Rekrutmen Guru dan Nakes
Menanggapi isu yang beredar, Bupati Yahuli menegaskan bahwa tenaga pendidik dan medis yang bertugas di Anggruk telah melewati proses seleksi terbuka dengan persyaratan khusus, termasuk beragama Kristen, percaya kepada Yesus, telah dibaptis, serta siap menjadi guru misionaris.
“Proses verifikasi dilakukan selama 30 hari di Jayapura, memastikan mereka memiliki latar belakang pendidikan S1 atau S2 di bidang pendidikan atau disiplin ilmu lain yang relevan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa tuduhan keterlibatan TNI-Polri dalam rekrutmen ini tidak berdasar dan mengingatkan bahwa kebijakan tersebut sudah berjalan sejak 2021 untuk mendukung regenerasi tenaga pendidik di wilayah Yahukimo.
“Kami ingin memastikan generasi mendatang memiliki akses pendidikan yang baik. Kami tidak ingin masa depan daerah ini suram hanya karena keterbatasan dalam membaca dan menulis,” tutupnya.
Sumber: Pemkab Yahukimo
BACA JUGA