Salma, Komikus Berbakat Lulusan UNS yang Ikut Seleksi SIPSS Polri: Jago Bahasa Jepang & Cinta Seni

Salma
Salma Komikus Lulusan UNS Ikut Seleksi SIPSS Polri, Jago Bahasa Jepang.

Gerbangkaltim.com, Semarang – Di antara ratusan calon siswa (Casis) Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) tahun 2025, ada sosok unik yang mencuri perhatian. Salma Putri Yuliani (24), seorang komikus berbakat sekaligus ahli bahasa Jepang, kini berjuang mewujudkan impiannya menjadi perwira Polri.

Lulusan Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini memiliki prestasi cemerlang. Ia pernah menjuarai lomba komik strip tingkat nasional dan bahkan menjadi finalis kompetisi komik di Jepang pada 2024.

“Alhamdulillah, saat juara di kampus, saya membuat komik bertema motivasi diri. Lalu tahun 2024, saya ikut kompetisi komik di Jepang dan berhasil menjadi finalis,” ujar Salma saat ditemui di Gedung Werving Hoegeng, Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Sabtu (22/2/2025).

Dari Dunia Komik ke Dunia Kepolisian

Salma, yang lahir di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, awalnya bekerja di sebuah perusahaan animasi di Jakarta. Namun, cita-cita dan semangat pengabdiannya mendorongnya untuk mencoba jalur SIPSS di Polda Metro Jaya (PMJ).

Tak hanya berbakat di bidang seni, Salma juga menekuni olahraga Karate serta memiliki minat mendalam terhadap budaya Jepang, termasuk belajar Bahasa Jepang secara otodidak.

“Saya suka belajar tentang Jepang, termasuk menonton anime. Dari situ, saya mulai memahami bahasanya juga,” katanya.

Dukungan Keluarga & Inspirasi dari Kakek Polisi

Keputusan Salma untuk bergabung dengan Polri mendapat dukungan penuh dari keluarganya, termasuk kakeknya yang merupakan pensiunan polisi. Ia juga ingin membuktikan bahwa anak seni bisa disiplin dan berkontribusi dalam dunia kepolisian.

“Banyak yang mengira anak seni itu urakan. Padahal, kami juga bisa disiplin dan punya semangat tinggi untuk mengabdi. Di angkatan SIPSS ini, hanya ada 3 orang dari jurusan seni, termasuk saya. Alhamdulillah, saya bisa lolos sampai tahap ini,” tuturnya.

Salma berharap bisa melangkah lebih jauh dalam seleksi SIPSS dan menggunakan keahliannya untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat melalui media seni.

“Saya ingin membuat komik tentang perjuangan polisi, supaya masyarakat dan anak muda lebih mengenal serta menghargai kerja keras Polri,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pendaftaran SIPSS ini 100% gratis, tanpa pungutan biaya sepeserpun.

Persaingan Ketat di Seleksi SIPSS 2025

Pada Jumat, 14 Februari 2025, sebanyak 210 Casis SIPSS lolos seleksi tingkat daerah dan kini berjuang di tingkat pusat di Akpol, Semarang. Mereka terdiri dari 150 pria dan 60 wanita, yang harus melewati serangkaian tes ketat hingga Sidang Kelulusan Akhir pada 28 Februari 2025.

Pada seleksi Rabu, 19 Februari 2025, 7 peserta tereliminasi karena Tidak Memenuhi Syarat (TMS) setelah pemeriksaan kesehatan dan uji kesamaptaan jasmani.

Sebagai informasi, SIPSS adalah jalur pendidikan khusus bagi lulusan D4, S1, dan S2 untuk menjadi Perwira Pertama (Pama) Polri. Mereka yang lolos akan menjalani pendidikan intensif dan resmi menjadi bagian dari institusi kepolisian.

Semoga langkah Salma dan para peserta lainnya dalam seleksi SIPSS 2025 bisa berjalan lancar dan sukses!

📌 Sumber: Polri

Tinggalkan Komentar