Tim KRB Tiga Tahun Eksplorasi Hutan Kalimantan Untuk Lengkapi Koleksi Anggrek

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Ger Orchidarium atau taman yang dikhususkan untuk tanaman anggrek yang dibuat menyerupai habitat aslinya Kabun Raya Balikpapan (KRB) selama 3 tahun lebih mulai tahun 2022-2024 terus berupaya mengumpulkan koleksi anggrek endemic Kalimantan untuk melengkapi koleksinya.
Keberadaan Orchidarium mendapat dukungan pembangunan sarana dan pendanaan kegiatan untuk eksplorasi ke hutan -hutan di Kalimantan untuk mencari anggrek alam dari Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina Hulu Sanga-Sanga, dan Pertamina Hulu Kalimantan Timur.
Kepala UPTD Kebun Raya Balikpapan DLH Balikpapan, Lukman Riyadi mengatakan, Orchidarium KRB ini menyimpan dan membudidayakan anggrek sebagai koleksi. Dimana jumlah cukup signifikan banyak.
“Tahun 2022 lalu, kita hanya 133 jenis dan sekarang setelah eksplorasi bisa mengumpulkan 205 spesies, Dan semuanya merupakan spesies anggrek yang berada di Kalimantan, mulai dari Kaltara, Kaltim, dan Kalsel,” ujarnya, Sabtu (14/2/2025).
Dalam upaya memperkaya koleksi spesies anggrek KRB, katanya, pihaknya melakukan penjelajahan ke sejumlah hutan lindung yang ada di Kalimantan selama tiga tahun.
“Kita akan lebih banyak lagi melakukan eksplorasi ke hutan-hutan lindung d Kalimantan yang dikenal sangat tinggi jumlah spesies anggreknya,” ungkapnya.
Lukman menambahkan, spesies anggrek yang cukup tinggi jumlahnya dan bisa di eksplorasi diantaranya di Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW), Taman Nasional Kutai, Desa Temula Sendawar, Gunung Halat Perbatasan Kaltim – Kalsel. Kemudian di Kalsel ada di Hutan Lindung Batu Kumpai Tabalong, Loksado Hulu Sungai Tengah, Air Terjun Lano Kalsel, Taman Hutan Raya Sultan Adam, Banjarbaru, dan sebagainya.
Dikatakannya, di Pulau Kalimantan diperkirakan ada sebanyak 1.700 spesies anggrek endemik asli Indonesia. Dan saat ini KBR sudah mengumpulkan sebanyak 205 spesies.
“Ini pekerjaan rumah kami untuk kembali mencari sebanyak 1.500 jenis anggrek yang belum dapat,” ungkapnya.
Kedepan, lanjutnya, akan semakin banyak perusahaan swasta yang juga bisa membantu untuk proses eksplorasi anggrek untuk melengkapi koleksi KRB. Dimana eksploitasi bisa dilakukan di Kalsel, Kalbar dan Kalteng.
“Hutan-hutan di Pulau Kalimantan ini masih bagus dan alami dan pastinya sangat banyak spesies anggreknya,” tukasnya.
Menurut Lukman dengan semakin terjaga hutan-hutan di Kalimantan ini, maka keanekaragaman floranya juga terjaga secara alami, maka anggrek spesies endemik pasti sangat banyak.
“Ini, terbukti ketika kami menjelajah 9 lokasi saja bisa mendapatkan beberapa jenis baru, nah apalagi jika bisa eksplorasi lebih jauh lagi, tentunya akan semakin banyak yang bisa di dapat,” terangnya.
Dalam melaksanakan ekplorasi ini, katanya, Tim KRB harus menginap di dalam hutan pedalaman Kalimantan, bahkan sampai manjat-manjat pohon untuk mencari spesies anggrek baru.
“Tanaman anggrek ini tumbuhnya diatas pohon, sehingga haru dipanjat untuk mengambilnya,” ungkapnya.
Diakuinya, ada tingkat kesulitan tersendiri dalam eksplorasi karena pihaknya menargetkan minimal 3-4 kali dalam setahun untuk melaksanakan kegiatannya.
“Kehadiran orchidarium membuat semangat konservasi kami juga semakin tinggi,” paparnya.
Dikatakannya, selama tiga tahun ini terjadi perubahan yang signifikan perubahan KRB. Terutama dari sisi kualitas spesies dan kegiatan konservasi.
Dijelaskannya, untuk habitat alami anggrek memang di pohon, jadi area yang dipilih untuk Orchidarium KRB harus memiliki udara dan paling lembab di Kebun Raya Balikpapan.
“Ada sungai, tutupan pohonnya rapat, sehingga ada uap air dari embun-embun di pagi hari. Kemudian air yang menempel di daun-daun sehingga mampu menjaga kelembabannya dan ini cukup untuk membuat anggrek bisa hidup. Jadi tidak perlu seperti di rumah yang harus menyiram,” jelasnya.
Tanaman Anggrek, katanya, bukan benalu yang hidup di pohon yang menyebabkan matinya pohon, namun anggrek hanya menumpang hidup di pohon.
“Anggrek hanta menumpang di pohon dan batu karena suka dingin, Seperti KBR ini, anggrek menempel di pohon Meranti dan Ulin,” jelasnya.
Orchidarium KBR juga terbuka ketika kolektor anggrek yang ingin menghibahkan anggrek.
“Kami menampung semua jenis anggrek dari spesies maupun hibrid,” tutupnya.
BACA JUGA